Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Uni Eropa Siap-siap, Pembantu Putin Bakal Membalas Semua yang Dilakukan Barat!

Uni Eropa Siap-siap, Pembantu Putin Bakal Membalas Semua yang Dilakukan Barat! Kredit Foto: Reuters/Evgenia Novozhenina
Warta Ekonomi, Moskow -

Uni Eropa akan dilawan balik Rusia saat rencana pelarangan visa bagi negaranya semakin menguat. Moskow akan terus mengikuti perkembangan wacana negara-negara Eropa tersebut.

"Kami tahu bahwa ada perbedaan pandangan di antara negara-negara Eropa tentang masalah (pelarangan visa bagi warga Rusia) ini. Kami akan mengikuti dengan cermat," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Selasa (30/8/2022).

Baca Juga: Gerakan Non-Blok Mulai Dilirik Rusia, Anak Buah Putin Buka-bukaan Tujuannya

Menurut Peskov, jika larangan visa dilakukan oleh Uni Eropa maka hal itu merupakan keputusan serius yang ditujukan kepada warga Rusia. “Tentu saja keputusan seperti itu tidak bisa dibiarkan tanpa jawaban,” ucapnya.

Negara anggota Uni Eropa memang terpecah terkait wacana penerapan larangan visa turis bagi warga Rusia. Para menteri luar negeri (menlu) negara anggota Uni Eropa diagendakan melakukan pertemuan di Praha pada Selasa (30/8/2022) dan Rabu (31/8/2022) untuk membahas hal tersebut. Saat ini Uni Eropa sedang memikirkan tentang sanksi lanjutan seperti apa yang bisa diterapkan terhadap Moskow.

Namun Prancis dan Jerman sudah menyampaikan penentangannya terhadap rencana pelarangan visa bagi warga Rusia. Kedua negara tersebut menjelaskan, mereka berhati-hati terhadap pembatasan yang meluas pada kebijakan visanya.

Prancis dan Jerman terlibat perdebatan tentang pengawasan ketat terhadap aplikasi visa untuk risiko keamanan. Namun keduanya percaya, visa masih harus dikeluarkan.

“Kita tidak boleh menyerah untuk mendukung elemen pro-demokrasi dengan masyarakat Rusia. Kebijakan visa kami mencerminkan hal itu dan terus memungkinkan kontak antar-masyarakat di Uni Eropa dengan warga negara Rusia yang tidak terkait dengan pemerintah Rusia,” kata Jerman dan Prancis dalam sebuah pernyataan bersama, Selasa.

“Kita tidak boleh meremehkan kekuatan transformatif dari pengalaman hidup dalam sistem demokrasi secara langsung, terutama untuk generasi mendatang,” tambah Prancis dan Jerman dalam pernyataan bersamanya.

Sementara itu, sejumlah negara anggota Uni Eropa dari Eropa Timur dan Nordik, telah menyampaikan dukungan mereka terhadap rencana penerapan larangan visa bagi warga Rusia.

"Sangat provokatif bagi saya bahwa Anda melihat pria Rusia di pantai Eropa di Eropa Selatan dan pada saat yang sama pria Ukraina antara 18 dan 60 tahun bahkan tidak bisa meninggalkan negara mereka tetapi harus berjuang untuk kebebasan mereka," kata Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod pekan lalu.

Kofod menilai, merupakan langkah yang benar bagi Uni Eropa untuk membatasi atau bahkan menutup pintu bagi turis Rusia.

“Itu akan mengirim pesan yang jelas kepada (Presiden Rusia Vladimir) Putin,” ucapnya

Sebagian besar warga Rusia memasuki Uni Eropa melalui perbatasan darat Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia, dan Finlandia.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis mengatakan negara-negara tersebut dapat bertindak sendiri jika Uni Eropa tidak menyetujui larangan umum penerbitan visa bagi warga Rusia.

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: