Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

6 Pengeroyok Ade Armando Divonis 8 Bulan Kurungan Padahal Tuntutan 2 Tahun, Kata Hakim: Punya Tanggungan Keluarga

6 Pengeroyok Ade Armando Divonis 8 Bulan Kurungan Padahal Tuntutan 2 Tahun, Kata Hakim: Punya Tanggungan Keluarga Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso/nym.
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus pengeroyokan yang terjadi pada pegiat media sosial sekaligus dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando yang sempat menghebohkan publik beberapa waktu lalu telah sampai pada puncaknya dengan pembacaan vonis untuk enam terdakwa pada Kamis (1/9/2022).

Dalam putusannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Jakpus), Hakim Dewa Ketut memvonis para terdakwa dengan hukuman delapan tahun kurungan penjara.

Baca Juga: Ade Armando Sering Menghina Agama Islam, "Tapi Kami Hanya Sekali Memukul, Dituntut Dua Tahun"

"Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap para terdakwa dengan pidana penjara selama masing-masing selama delapan bulan," katanya.

Putusan vonis tersebut jauh lebih ringan dari yang dituntut jaksa penuntut umum (JPU) yakni dua tahun penjara. Dalam persidangan, Hakim Dewa Ketut mengemukakan alasan keringanan yang disampaikan dalam persidangan.

"Terdakwa I, II, III mempunyai tanggungan keluarga dan terdakwa IV sudah meminta maaf," katanya.

Meski begitu, jaksa mengatakan pikir-pikir dengan vonis yang disampaikan hakim, sedangkan para terdakwa menerima vonis hakim. Setelah membacakan putusan, majelis hakim sempat menanyakan apakah putusan diterima oleh para terdakwa maupun tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca Juga: Beda Sama Istri Ferdy Sambo, Pengeroyok Ade Armando Tetap Dipenjara Walau Punya Tanggungan Keluarga

Sebelumnya, dalam pembacaan vonis tersebut, Majelis Hakim Dewa Ketut menyatakan enam pengeroyok tersebut bersalah karena melakukan tindak pidana di depan umum.

"Menyatakan terdakwa I, II, III, IV, V, dan VI telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana di muka umum," kata Ketua Majelis Hakim DewA Ketut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022).

Baca Juga: Setelah Bank Bengkulu, Kini Bank Sultra Gabung Dalam KUB Bank Bjb

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: