Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bu PC ke Bripka Ricky Rizal: 'Lu Tau Gak...'

Bu PC ke Bripka Ricky Rizal: 'Lu Tau Gak...' Kredit Foto: Suara.com/Youtube Polri TV
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengacara Bripka Ricky Rizal, Erman Umar usai mendampingi pemeriksaan kliennya, berkisah tentang pengakuan kliennya, terkait kejadian di Magelang.

Ini terjadi sebelum Sambo memerintahkan menembak Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J).Menurut Erman, RR ikut serta dalam perayaan Hari Jadi ke ke-22 pernikahan Sambo dan Putri Candrawathi Sambo. Usai perayaan, Sambo, kembali ke Jakarta, via Bandara Yogyakarta, Kamis (7/7) pagi.

Sementara Bripka RR, Bharada RE, dan juga Brigadir J, masih bersama Putri di Magelang. Bersama mereka juga ada dua asisten rumah tangga (ART), Kuwat Maruf (KM), dan juga Susi (S).

Rombongan Putri, baru kembali pulang dari Magelang, mengendarai mobil, pada Jumat (8/7). Mereka  tiba di Saguling III, Jaksel, sore harinya.

Menurut RR, setibanya di Saguling III, Sambo sempat melakukan introgasi terhadap RR di lantai tiga. Saat itu, menurut pengakuan RR, dalam introgasi tersebut ada Putri, yang duduk di sebelah Sambo.

“RR ini kan sempat dipanggil Pak Sambo saat di Saguling III. Dia (RR) ditanya, ada kejadian apa saat di Magelang?” kata  Erman bercerita pengakuan RR.

Namun, sebelum RR menjawab, Sambo menimpali pertanyaan lainnya. “Kamu (RR) tahu nggak?,” cecar Sambo kepada RR.

RR, kata Erman, tak tahu-menahu yang dimaksud Sambo. Karena itu, RR menjelaskan  tak tahu arah pembicaraan Sambo. “Nggak tahu,” kata RR seperti ditirukan Erman.

Lalu,  Sambo menanyakan kembali kepada RR soal peristiwa pelecehan di Magelang.

“Kamu (RR) tahu nggak Ibu (Putri) dilecehkan?,” tanya Sambo lagi kepada RR.  Pertanyaan itu dijawab RR dengan mengatakan,

”Tidak tahu Pak”.

Saat menanyakan hal tersebut, Sambo sudah tampak semakin emosional.

RR juga bercerita jika Putri, juga menanyai hal serupa tentang pelecehan. “Lu (RR) tahu nggak, ada pelecehan oleh Joshua,” begitu kata Putri kepada RR. Atas pertanyaan Putri, R, dalam pengakuannya juga menjawab tak tahu soal pelecehan itu.

Menurut Erman, kliennya lalu bercerita kepada Sambo dan Putri, tentang adanya situasi tegang di Magelang. Ada ketegangan antara  Brigadir J dengan Kuwat Maruf (KM).

“Yang saya (RR) tahu, hanya kayak pertengkaran Kuwat sama Yosua (J),” kata Erman menjelaskan jawaban RR.

RR mengaku tidak tahu penyebab pertengkaran antara Kuwat dengan Brigadir J.

RR bercerita kepada Erman, tentang situasi di rumah Magelang, Kamis (7/7). Saat itu, RR bersama Bharada RE, sedang mengantarkan anak Sambo, ke Sekolah Taruna Nusantara.

Di tengah perjalanan, Putri menelepon RE untuk menyuruhnya pulang. Setibanya di rumah Magelang, di lantai satu, sudah tak ada orang. Saat RR naik ke lantai dua, ia bertemu dengan Kuwat yang sudah dalam keadaan tegang, dan panik.

RR sempat bertanya kepada Kuwat tentang situasi yang tampak tegang itu. Lalu Kuwat menyampaikan, aksi J, yang mendesak ingin masuk ke kamar Putri. Saat itu Susi juga terlihat menangis.

Brigadir J berusaha masuk ke kamar Putri, namun dihalang-halangi oleh Kuwat. “Yoshua (J) itu terus mau masuk ketemu Ibu. Ditahan pakai pisau oleh si Pak Kuwat,” cerita RR Erman.

Kuwat mengatakan kepada RR, melihat Brigadir J sambil mengendap-endap naik-turun tangga dari lantai satu, ke kamar Putri. Ketika Kuwat menanyakan aksi mengendap-endap tersebut Brigadir J memilih untuk kabur.

“Kesannya, jadi yang disampaikan oleh Pak Kuwat itu, bahwa si Yoshua melakukan hal-hal yang dinilai negatif kepada Ibu. Tetapi, (RR) tidak tahu apakah itu pelecehan, atau tidak. Dia (RR) tidak tahu itu,” kata Erman.

RR pun sempat masuk ke kamar Putri. “RR menanyakan, ada apa Bu?,” kata RR seperti ditirukan Erman. Tetapi, Putri tak menjawab pertanyaan itu. Malahan Putri menanyakan keberadaan Brigadir J ada dimana. RR, pun membawa Brigadir J untuk dipertemukan dengan Putri.

Saat membawa Brigadir J untuk bertemu Putri, RR sempat bertanya tentang situasi tegang yang ditampilkan Kuwat. Pengakuan Brigadir J pun mengatakan tidak tahu penyebab Kuwat marah-marah kepadanya.

Saat Brigadir J masuk ke kamar Putri, RR menunggu di luar. RR sempat melihat Putri berbaring dengan dua bantal. “Si Ricky (RR) ini nggak nungguin di dalam. Tapi dia nunggu di luar (kamar) takutnya ada kejadian apa-apa,” kata Erman bercerita pengakuan RR.

RR mengaku tak mendengar isi pembicaraan Brigadir J dengan Putri di kamar tidur tersebut. Setelah keluar dari kamar Putri, RR sempat kembali menanyakan tentang situasi kepada Brigadir J. Namun, RR mendapatkan jawaban dari J, tentang situasi yang tak ada apa-apa.

Baca Juga: KPK Tak Takut Dinilai Politis Bila Tersangkakan Anies Baswedan, Kalau Bersih Tak Perlu Risih: Berdasarkan Alat Bukti...

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: