Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Demi Pelestarian Kawasan Hutan, BSI Klaim Telah Hibahkan Lakom Seluas 1.600 Hektare Lebih Sejak 2020

Demi Pelestarian Kawasan Hutan, BSI Klaim Telah Hibahkan Lakom Seluas 1.600 Hektare Lebih Sejak 2020 Kredit Foto: BSI
Warta Ekonomi, Surabaya -

Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, (MCG), yaitu PT Bumi Suksesindo (BSI) tahun ini kembali menyerahkan lahan kompensasi (Lakom) seluas 430,4 hektare di kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Direktur PT. Bumi Suksesindo, Cahyono Seto, mengatakan, sejak tahun 2020 hingga 2022, pihaknya telah melakukan empat kali menyerahkan Lakom dengan total keselurahan 1.603,64 hektare pada Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementrian Lingkungan Hidup.

Baca Juga: Cegah Abrasi, Perhutani Reboisasi Kawasan Pesisir Pantai

"Dengan penyerahan lahan kompensasi ini dapat berkontribusi dalam pelestarian dan perluasan kawasan hutan Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Kami berharap, lahan ini akan meningkatkan kawasan hutan di Pulau Jawa dan dapat bermanfaat sebagai ekosistem yang sehat bagi lingkungan," terang Cahyono Seto dalam keterangan tertulisanya di Surabaya, Kamis (15/9/2022). 

Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum, Ciliwung, Pina Ekalipta, menyatakan hasil penilaian di lapangan telah mendapatkan hasil penilaian secara terukur dengan persentase keberhasilan tumbuh tanaman sebasar 77,51% dan lahan dinyatakan dalam kondisi sehat, sebagai acuan standar yang dicapai. 

Baca Juga: Melalui Kebijakan KHDPK, KLHK Optimis Masyarakat Mampu Kelola Hutan dengan Baik dan Benar

"Berdasarkan Peraturan MenLHK no. P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/10/2019 tentang Penanaman Dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai, persentase tumbuh tanaman minimum harus mencapai 75 %, hasil penanaman reboisasi pada kompensasi PT Bumi Suksesindo seluas 430,4 Hektare, mencapai 77,51% dan dinyatakan berhasil," pungkas Pina, yang juga menjabat ketua tim penilai keberhasilan reboisasi ini.

Baca Juga: Andika dan Anies Diduga Jadi Anak Kesayangan AS, Masinton Nggak Yakin: Percaya Kalau Amerika Cuma Pasang di Satu Kaki?

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: