Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dukung Pengembangan Digital di Sektor Pertanian Pupuk Indonesia Gandeng Anak Usaha Telkom

Dukung Pengembangan Digital di Sektor Pertanian Pupuk Indonesia Gandeng Anak Usaha Telkom Kredit Foto: Pupuk Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung pengembangkan startup khususnya sektor pertanian nasional dari hulu ke hilir. Dukungan perusahaan akan dilakukan melalui penandatanganan Head of Agreement (HoA) dengan MDI Venture yang merupakan anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). 

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan bahwa penandatangan kerjasama ini merupakan dukungan Pupuk Indonesia mendukung pertumbuhan ekonomi digital di tanah air. “Kerja sama Pupuk Indonesia ini merupakan sinergi antara Pupuk Indonesia dengan MDI Ventures untuk memperkuat sektor dan industri pertanian secara komprehensif di Indonesia dari hulu ke hilir,” ungkap Bakir.

Melalui penandatanganan kerja sama ini, dikatakan Bakir Pupuk Indonesia dan MDI Ventures juga akan membentuk Agrifund yang nantinya bisa berinvestasi di perusahaan-perusahaan digital atau startup sektor pertanian. Pada kerjasama ini juga membuka peluang bagi perusahaan BUMN sektor lainnya bergabung sebagai investor pada Agrifund.

“Kerja sama bisnis antara BUMN dengan Startup melalui Perusahaan Modal Ventura (PMV) Agrifund milik BUMN ini selanjut diharapkan menjadi roda penggerak pertanian demi ketahanan pangan Indonesia,” ujar Bakir.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Pupuk Indonesia Luncurkan Single Responsibility

Penandatanganan HoA antara Pupuk Indonesia dengan MDI Ventures  dilaksanakan di ICE BSD, Banten. Kegiatan tersebut masuk dalam rangkaian acara BUMN Startup Day 2022 yang diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 26-28 September 2022.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan bahwa ekonomi digital Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2030, yaitu dengan nilai sekitar Rp 4.500 triliun atau setara 40 persen dari total ekonomi yang ada di Asia Tenggara. Nilai potensi tersebut diharapkan bisa dioptimalkan oleh para perusahaan BUMN.

Lebih lanjut Erick menjelaskan bahwa mayoritas penduduk Indonesia saat ini berusia muda di bawah 35 tahun atau sekitar 54 persen dari total jumlah penduduk. Melalui Startup Day, Erick meminta para BUMN bisa membangun ekosistem yang bisa mengoptimalkan potensi ekonomi digital yang tentunya berkolaborasi dengan para pelaku startup.

“Sejak awal BUMN memiliki sejumlah venture capital, di mana venture capital BUMN ini telah berinvestasi kepada 336 startup yang kalau dilihat saat ini banyak juga yang sudah mulai menjadi soonicorn atau unicorn,” kata Erick Thohir.

Baca Juga: Terus Lakukan Inovasi, Pupuk Indonesia Targetkan Jadi Pemain Top Global 5 Industri Pupuk

Melalui acara Startup Daya, Erick berharap para perusahaan BUMN berkolaborasi dengan para pelaku startup tanah air. “Alhamdulillah pada hari ini ada 150 eksibitor yang hadir kemudian ada 250 startup yang sudah disesuaikan dengan 12 klaster BUMN, lalu ada 22 BUMN yang berusaha melihat apakah ada potensi business matching,” ungkap Erick.

Ekonomi digital juga terbukti menjadi salah satu pilar resiliensi ekonomi nasional di tengah perlambatan akibat dampak pandemic Covid-19. Ekonomi digital memiliki peran penting mulai dari menyediakan solusi digital terhadap kebutuhan sehari-hari, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mendorong pencapaian serta daya saing teknologi Indonesia.

Baca Juga: Bupati Giri Prasta Hadiri Puncak HUT Sekaa Teruna Surya Chandra Banjar Kedewatan ke-32

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: