Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tips Menghindari Kesalahpahaman Komunikasi di Ruang Digital

Tips Menghindari Kesalahpahaman Komunikasi di Ruang Digital Kredit Foto: Unsplash/ Mimi Thian
Warta Ekonomi, Jakarta -

Potensi dan peluang Indonesia untuk bisa memanfaatkan internet sebagai dalam budaya hingga ekonomi digital sangatlah besar dengan Sumber Daya Manusia (SDM) sebanyak 204,7 juta masyarakatnya atau 73,7 persen dari total penduduk sudah menggunakan internet.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi pun melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate saat sambutan program Makin Cakap Digital mengungkapkan, Indonesia sudah masuk di era transformasi digital yang perlu didorong oleh talenta digital andal dan mumpuni. 

Baca Juga: Pahami Keamanan Digital, Cegah Diri Terjebak Investasi Bodong!

"Perpaduan antara technical dan soft skills akan melahirkan kecakapan yang paling dibutuhkan di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0," ujar Menkominfo.

Mengundang narasumber lainnya, Founder & CEO Coffee Meets Stock, Theo Derick, mengungkapkan tak hanya digital skills yang dibutuhkan, masyarakat pengguna internet juga memerlukan kompetensi literasi digital mengenai etika berinternet atau dikenal netiket. Netiket meliputi bagaimana mengakses informasi sesuai etika, termasuk dalam menyeleksi dan menganalisis informasi.

"Pemahaman akan netiket juga menjadi upaya membentengi diri dari tindakan negatif di platform digital," kata Theo saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (26/9/2022), dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta.

Netiket seseorang bisa dianalisis dalam bahasa dan pemakaian kata sehari-hari sebab komunikasi telah berpindah ke ruang digital maka, ada tantangan untuk bisa membuat lawan bicara mengerti dan tidak salah paham. Karena itu, ia menyebut pemakaian kata-kata harus jelas agar tidak disalahpahami. Untuk itu, gunakan bahasa yang sopan dan positif, kemudian yang sederhana serta mudah dipahami. Di platform media sosial juga hindari menghakimi dan menghina orang lain, apalagi terkait dengan isu SARA.

Baca Juga: Didominasi Tabungan Wadiah, Simpanan BSI Melonjak Hingga 11,86%

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: