Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ketok Palu! Bank Victoria Pangkas Kepemilikan di Bisnis Bank Syariah, Ternyata Ini Tujuannya!

Ketok Palu! Bank Victoria Pangkas Kepemilikan di Bisnis Bank Syariah, Ternyata Ini Tujuannya! Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) resmi memangkas porsi kepemilikan saham dalam unit bisnis bank syariah dan fokus ke bisnis bank umum konvensional. Hal itu sejalan dengan aksi Bank Victoria melakukan divestasi 80% saham PT Bank Victoria Syariah (BVIS) kepada PT Victoria Investama Tbk (VICO) pada 26 September 2022.

Wakil Direktur Utama Bank Victoria, Rusli, mengungkapkan bahwa persentase tersebut setara dengan 288 juta lembar saham BVIS. Nilai transaksi atas divestasi tersebut mencapai Rp288 miliar. Dengan dilakukan divestasi, kepemilikan saham Bank Victoria dalam BVIS menjadi 19,99%. Artinya, Bank Victoria tidak lagi menjadi pemegang saham pengendali atas BVIS.

Baca Juga: Tambah Kepemilikan Saham RS Hermina, Bos Astra International: Prospeknya Menjanjikan!

"Tujuan transaksi melakukan divestasi mayoritas atas kepemilikan anak usaha serta meningkatkan permodalan Bank Victoria," tegasnya, Kamis, 29 September 2022.

Ia menambahkan, divestasi tersebut diharapkan dapat mendukung bisnis utama Bank Victoria sebagai bank umum konvensional. Manajemen juga meyakini tidak ada dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha Bank Victoria atas aksi korporasi tersebut.

"Transaksi ini diharapkan dapat mendukung bisnis utama Bank Victoria sebagai bank umum konvensional dan tidak perlu melakukan kegiatan usaha pengawasan atas kepemilikan sahamnya di BVIS yang merupakan bank syariah," lanjutnya.

Baca Juga: OJK Bakal Evaluasi Semua Produk Saving Plan di Industri Asuransi

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: