Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

129 Orang Tewas di Kanjuruhan, Eri Cahyadi: Lebih Baik Persebaya Kalah daripada Ratusan Nyawa Melayang

129 Orang Tewas di Kanjuruhan, Eri Cahyadi: Lebih Baik Persebaya Kalah daripada Ratusan Nyawa Melayang Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Surabaya -

Tragedi di laga Arema lawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam, telah menewaskan 129 orang. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara tegas menyampaikan duka yang mendalam atas kejadian yang menguras air mata tersebut.

Dalam akun resmi Instagram @ericahyadi_, dengan caption: Andai Kita Berdoa Persebaya Kalah…, Eri menuturkan, “Bagaimana cara menukar jiwa? Ini bukan lagu Tulus tentang cinta. Tapi ini pertanyaan sedih yang lahir dari laga Arema vs Persebaya semalam. Pertanyaan sedih yang pasti diulang-ulang dalam tangis seorang ibu yang melihat anaknya berpulang: kenapa bukan nyawaku saja yang hilang, mengapa harus anakku, mengapa harus bocah sekecil itu?" 

Adakah yang bisa menukar dan mengembalikan jiwa yang hilang? Bukankah kita sepakat, dan sering membaca tulisan di kaus suporter: ‘tidak ada sepakbola seharga nyawa manusia’, ‘tidak ada poin dalam sepak bola yang lebih penting ketimbang nyawa’,” imbuh Eri.

Baca Juga: Biadab! 127 Orang Tewas Akibat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

Bahkan Eri berandai-andai, meski dia adalah Bonek, lebih baik berdoa Persebaya kalah bila akhirnya tahu harus ada yang kehilangan nyawa sebagai buntut dari ketidakpuasan suporter Arema atas kemenangan Persebaya. Dia menyinggung seorang ibu yang kehilangan anaknya akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Sebagai Bonek, kalau boleh berandai-andai meminta dan berdoa, mungkin lebih baik Persebaya kalah daripada harus ada yang kehilangan nyawa. Pasti tak ada ibu yang meraung dalam tangis menatap si kecil yang terbujur kaku—saya melihat kesedihan itu dalam sebuah video yang viral. *Pasti semua baik-baik saja: mungkin hanya akan ada umpatan kata di social media, BUKAN HILANGNYA NYAWA!,” tulis Eri. 

Eri mengulang lagi, bila bisa berdoa agar Persebaya kalah, akan ada ratusan nyawa terselamatkan dan pulang kembali ke keluarganya. Tak ada anak yang harus kehilangan orang tua, tak bisa lagi merasakan kasih sayang ayah ketika mengantarkan berangkat ke sekolah.

Andai kita berdoa Persebaya kalah semalam, tragedi terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia—dan mungkin dunia—tak akan terjadi. Ratusan nyawa selamat. Ratusan orang akan kembali bertemu keluarganya: anak, istri, suami, ayah, ibu. Tetap akan ada ayah yang begitu datang ke rumah langsung berguling-guling bercanda dengan si kecil di kasur mungil mereka. Tetap akan ada ayah yang bangun pagi, menyalakan motor, dan mengantarkan anaknya ke gerbang sekolah,” tulis Eri. 

Tapi, lanjut pria nomor satu di Surabaya ini, manusia memang tak akan bisa tahu tentang apa yang akan terjadi di depan.

Sekali lagi, andai kita berdoa Persebaya kalah semalam…tapi kita semua sadar: tak ada yang tahu tentang apa yang akan terjadi. Semuanya mesti jadi refleksi diri: hilangnya nyawa karena rusuh sepak bola seperti ini harus jadi yang terakhir kali,” papar Eri. 

Dari Surabaya, kita kirimkan doa terbaik untuk seluruh korban. Alfatihah,” demikian tulis Eri. 

Tak hanya itu saja, Eri juga menyampaikan apresiasi untuk Bonek yang memutuskan hari ini tak ada pawai kemenangan.

Kemanusiaan memang jauh lebih penting ketimbang hasil skor pertandingan,” pungkas Eri. 

Unggahan Eri tersebut direspons oleh banyak netizen. Mereka juga menyampaikan duka yang mendalam.

RIP…aduh sedih dan kaget dengar kabar duka ini. Lebih baik tidak ada sepak bola lagi di Surabaya dan Malang jika ini harus terjadi,” tulis akun @easterboyoh. 

Hanya bisa meneteskan air mata membaca ini Pak,” tulis akun @genakagayaki. 

Nderek belasungkawa damel Aremania,” ujar pemilik akun @mochsulaiman611.

Baca Juga: Rocky Gerung Blak-blakan Beberkan Alasannya Selalu Membela Umat Islam, Pantesan!

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: