Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Meski Ekonomi Global Melambat, KSSK Yakin RI Mampu Tumbuh Hingga 6%

Meski Ekonomi Global Melambat, KSSK Yakin RI Mampu Tumbuh Hingga 6% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,6% hingga 6% pada 2026. Target tersebut akan ditopang oleh sinergi kebijakan fiskal, moneter, serta stabilitas sektor keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Proyeksi tersebut disampaikan usai rapat berkala KSSK yang digelar pada Rabu (29/7/2026). Menurut Purbaya, koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tahun depan.

"Pertumbuhan ekonomi 2026 diperkirakan berada pada kisaran 5,6% hingga 6% secara tahunan. Target tersebut didukung oleh berbagai kebijakan yang saling bersinergi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dari sisi moneter, pemerintah bersama BI akan terus menjaga kecukupan likuiditas di sistem keuangan dan sektor perbankan. Salah satu indikatornya tercermin dari pertumbuhan uang primer (M0) yang mencapai 15,4% secara tahunanhingga pekan ketiga Juli 2026.

Sementara dari sisi fiskal, pemerintah akan mengoptimalkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program perlindungan sosial, subsidi energi, serta stimulus ekonomi.

Selain konsumsi rumah tangga, investasi diperkirakan tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut didukung oleh keberlanjutan pembangunan infrastruktur nasional serta proyek hilirisasi yang terus berjalan.

Adapun konsumsi pemerintah diproyeksikan meningkat seiring pelaksanaan berbagai program prioritas nasional serta pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN).

Meski optimistis, Purbaya mengingatkan bahwa prospek ekonomi global masih dibayangi sejumlah risiko. Konflik geopolitik di Timur Tengah, inflasi global yang masih tinggi, hingga potensi perpindahan arus modal ke negara maju dinilai dapat memengaruhi stabilitas ekonomi domestik.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menekan perdagangan internasional, mendorong kenaikan harga energi dan komoditas, serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Purbaya juga mengutip proyeksi International Monetary Fund (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 hanya mencapai 3%, lebih rendah dibandingkan proyeksi April 2026 sebesar 3,1%.

Baca Juga: KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal II 2026 Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global

Baca Juga: Danantara Hadiri Rapat KSSK, Purbaya Tegaskan Hanya Undangan dan Tak Punya Hak

Dengan mempertimbangkan berbagai tantangan tersebut, KSSK memastikan akan terus memperkuat koordinasi antarlembaga untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurut Purbaya, kebijakan fiskal, moneter, dan sektor jasa keuangan akan terus disinergikan agar perekonomian Indonesia tetap memiliki daya tahan menghadapi dinamika global.

"KSSK akan terus memantau perkembangan ekonomi dan sektor keuangan serta memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian ekonomi global," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri