Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Leader Robot Trading Didesak Harus Ikut Tanggung Jawab

Leader Robot Trading Didesak Harus Ikut Tanggung Jawab Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pamer kekayaan atau flexing telah menjadi fenomena baru di Indonesia saat ini. Sejumlah orang mempertontonkan harta yang dimilikinya, mulai dari uang, kendaraan, rumah, hingga pakaian yang dikenakan.

Salah satu orang yang menjadi sorotan karena tindakan flexingnya adalah Reza Syahrani atau biasa dipanggil Reza Paten.

Kala itu, dia membuat gempar publik Tanah Air lantaran membeli headband milik Atta Halilintar dengan harga yang sangat fantastis. Tak tanggung-tanggung, Reza memberikan uang cash senilai Rp2,2 miliar agar mendapatkan headband milik Atta.

Dia juga membeli sepeda Brompton yang dilelang Taqy Malik dengan harga Rp777 juta. Padahal hanya sepeda tersebut hanya senilai puluhan juta rupiah. Tak heran, di media sosial pun banyak yang mempertanyakan latar belakang Reza Paten. 

Berdasarkan hasil penelusuran, Reza Paten merupakan distributor sekaligus leader robot trading Net89. Pria asal Surabaya ini mulai eksis di Net89 pada tahun 2019.

Dalam waktu 2,5 tahun, Rieza disebut berhasil meraup cuan senilai Rp100 miliar dari perdagangan forex. Selain itu, pada tahun 2021, ia juga pernah berhasil menjual software robot trading sekitar Rp500 miliar.

Reza diketahui menjadi bagian dari Pusat Edukasi Perdagangan Derivatif (Forex, Komoditas, dll) dan komunitas Pengguna Software Otomasi Trading yang diberi dengan nama "Podosugi". Ia juga diketahui merupakan bagian dari PT Ruang Nyaman Abadi.

Sayangnya, di tengah situasi itu, Reza yang kerap memamerkan kekayaanya berkat menjadi Leader di Net89 tiba-tiba menghilang. Aktivitas Reza Paten di medsos terakhir terjadi pada bulan April. Sejak itu, tidak pernah ada unggahan, baik foto atau video.

Reza seolah melepas tanggungjawabnya untuk membantu para nasabah mendapatkan kembali uangnya yang tersangkut di broker setelah mendapat keuntungan yang sangat besar dari para member Net89.

Sosok Reza Paten sebenarnya sama persis dengan Indra Kenz di Binomo atau Steven Richard di DNA Pro. Mereka sama-sama gemar melakukan flexing atau pamer kekayaan.

Semua itu dilakukan guna menarik masyarakat agar tergiur ingin menjadi member dan menaikan popularitasnya.

Bedanya, Indra Kenz dan Steven Richard telah ditangkap polisi dan diadili atas tindakan pencucian uang dan penipuan. Sementara Reza Paten hingga saat ini masih menghilang dan enggan mempertanggungjawabkan tindakannya.

Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Diperpanjang, OJK Desak Perbankan Perkuat Mitigasi Risiko

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: