Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Meski Ada Kekhawatiran Kebocoran Data dan Penipuan, Penggunaan Fintech Akan Terus Tumbuh

Meski Ada Kekhawatiran Kebocoran Data dan Penipuan, Penggunaan Fintech Akan Terus Tumbuh Kredit Foto: Unsplash/Rawpixel
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kini ada cukup banyak produk dari financial technology (fintech) atau teknologi keuangan di Indonesia, mulai dari produk e-wallet, asuransi, kredit/multifinance, pinjaman dan juga beli sekarang bayar nanti (BNPL), pinjaman bisnis, investasi, dan donasi. Di Indonesia sendiri, sebuah survei dari ISEAS-Yusof Ishak Institute mencatat bahwa penggunaan fintech paling besar di dominasi oleh e-wallet dan m-banking.

Melihat dari berbagai aspek sosio-ekonomi, tujuan utama masyarakat menggunakan fintech antara lain adalah untuk memenuhi keperluan keluarga, seperti transfer biaya hidup, pembayaran kebutuhan, dan lainnya. Kemudian juga terkait alasan untuk transfer kepada orang lain selain keluarga, terkait bisnis/transaksi e-commerce, aktivitas sosial, dan juga transaksi dalam lingkup komunitas lokal masyarakat.

Bukan tanpa alasan, masyarakat kini mulai beralih memanfaatkan fintech dalam transaksi maupun aktivitas keuangan secara digital karena adanya akses yang mudah untuk mendapatkan layanan keuangan digital, adanya promosi dan penawaran menarik lain, berkesempatan dalam menumbuhkan revenue, nyaman digunakan, dapat mengakselerasi bisnis dan memperluas jaringan, serta mampu menumbuhkan kebanggan sosial sesuai dengan perkembangan zaman yang ada.

Baca Juga: Waspada! Masih Banyak Fintech Abal-abal Berkedok Koperasi Simpan Pinjam

Di sisi lain, dalam penggunaannya pun, masih ada masyarakat yang mengalami kekhawatiran tertentu, terutama terkait dengan kebocoran data pribadi, penipuan, tidak dapat mengontrol keuangan pribadi, terjebak dalam hutang pinjaman, dan kekhawatiran terkait dengan sistem dan pemahaman pada fintech.

Dalam hal ini, pada sebuah acara webinar bertajuk From Digital Adoption to Financial Inclusion: The Way Forward for Indonesia pada Selasa (4/10/4/2022), Astrid Meilasari-Sugiana dari ISEAS-Yusof Ishak Institute mengatakan, "meskipun ada ketakutan terhadap kebocoran data dan penipuan, namun hal ini tidak menyurutkan semangat bereksperimen dengan fintech karena fintech telah menawarkan akses yang mudah, biaya yang lebih murah, dan kini fintech juga telah melakukan banyak hal untuk membangun kepercayaan dan keakraban dengan penggunanya."

Masyarakat akan terus menggunakan fintech karena ada banyak pilihan produk keuangan yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Masyarakat yang telah melek digital, memiliki akses informasi yang baik dan memiliki infrastruktur yang mendukung pun akan terus menggunakan dan dapat membantu dalam mempromosikan dan mengakselerasi penggunaan fintech secara lebih luas lagi.

Baca Juga: Pemerintah Cabut Izin Lokasi untuk Acara Anies Baswedan, Denny Siregar Nyeletuk: Wah Bahaya Nih! Bisa Dimaki-maki...

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: