Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Anies Maju Sebagai Capres Nasdem, Gerindra Ungkit Pilkada DKI 2017: Dulu Kami Dukung Mati-matian...

Anies Maju Sebagai Capres Nasdem, Gerindra Ungkit Pilkada DKI 2017: Dulu Kami Dukung Mati-matian... Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon memaparkan bahwa keputusan partai mengusung Prabowo Subianto merupakan hal final yang tidak bisa diganggu gugat meski dinamika politik masih terbilang panjang.

Dengan begitu, Fadli menyebut bahwa pengusungan capres Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dilakukan Nasdem sama sekali tidak menggoyahkan keputusan Gerindra.

Baca Juga: ''Jika Novel Baswedan Masih Anggota, KPK Tak Akan Sedikitpun Sentuh Anies Baswedan''

Fadli memaparkan, Gerindra juga pernah mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Pada saat itu, Fadli mengaku bahwa draft kerja sama pencalonan menggunakan tulisan tangannya.

"Pak Anies kan juga dulu pernah kami calonkan, kita dukung mati-matian untuk memenangkan Pilkada DKI. Bahkan sebenarnya waktu itu, pertama kali ikut mencalonkan dan membuat draft kerja samanya dengan Sandiaga Uno itu saya, pake tulisan tangan saya. Nah saya mengusulkan waktu itu kepada forum, untuk Pak Anies menjadi calon gubernur," kata Fadli pada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/22).

Dia menegaskan bahwa politik masih sangat dinamis dan perubahan-perubahan masih berpotensi besar terjadi. Berkaca pada tahun sebelumnya, Fadli menyebut bahwa ada sosok presiden yang diusuybisa saja batal melangkah karena kedinamisan politik yang ada.

"Masih satu tahun lagi, tapi bahkan kalo kita lihat waktu itu ya ada calon yang sudah dipastikan saja dan posisinya sudah ada di seberang tempat itu, bisa berubah dalam hitungan jam gitu ya, waktu itu. Sudah pakai seragam dan sebagainya. Jadi itu last minute, saya kira kita lihat saja dinamika politiknya seperti apa," kata Fadli.

Kendati dinilai masih panjang, Fadli menilai bahwa pengusungan Anies Baswedan sebagai capres dari partai Nasdem merupakan salah satu langkah politik dengan selaga perhitungannya. Dia juga menduga bahwa percepatan pendeklarasian Anies Baswedan oleh Nasdem, dilakukan untuk memberi waktu berkampanye.

Baca Juga: Tak Dukung Anies Baswedan, Niluh Djelantik Tinggalkan NasDem: Sikapku Tegas, Integritasku Jelas!

"Mungkin ini upaya untuk sosialisasi mendapatkan dukungan masyarakat sekaligus kampanye mungkin untuk mendapatkan efek ekor jas, dengan demikian ada tambahan elektabilitas kepada partainya gitu," katanya.

Baca Juga: Lihat Anies Pakai Private Jet, Ferdinand Hutahean: Dia Salah Satu Oligarki Migas?

Penulis: Andi Hidayat
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: