Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

50 Juta UMKM Ditargetkan Masuk Ekosistem Digital

50 Juta UMKM Ditargetkan Masuk Ekosistem Digital Kredit Foto: BRI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah terus mendorong digitalisasi pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hingga akhir semester I 2022 terdapat sebanyak 19,5 juta UMKM telah masuk ke dalam ekosistem digital.

 “Sedangkan pada 2024 pemerintah menargetkan Indonesia memiliki 50 juta UMKM yang masuk ke dalam ekosistem  digital di Jakarta, kemarin.

Menurut dia digitalisasi dapat berperan penting dalam mendukung inklusi keuangan. Digitalisasi merupakan komponen kunci untuk mencapai target, yaitu terkait akses pembiayaan, pembayaran, pembukuan, serta pemasaran digital telah diperkenalkan kepada UMKM.

“Program yang dimilki Kementerian Keuangan untuk mendorong akses pembiayaan dan digitalisasi pada UMKM yaitu melalui UMKM Financing Empowerment (U-Fine). Dengan program tersebut, UMKM dapat mengajukan permohonan kredit program pemerintah dengan menggunakan internet,” Ujarnya.

Selain itu, digitalisasi juga memiliki peran yang lebih dalam untuk turut meningkatkan kapasitas usaha UMKM, baik dari sisi perizinan, akses jaringan, promosi, serta akses pasar untuk menciptakan UMKM yang unggul.

Implementasi program tersebut dilakukan dengan cara memperkenalkan pembiayaan pembayaran, pembukuan, serta pemasaran digital kepada UMKM," ucap Sri Mulyani.

Baca Juga: Maruf Amin: Kelesuan Ekonomi Global Sudah di Depan Mata

Kemudian, Kementerian Keuangan juga telah mengembangkan pasar digipay. Melalui digipay marketplace, pemerintah Indonesia berupaya mengembangkan jalur menuju ekosistem pemberdayaan UMKM melalui kolaborasi dengan banyak pemangku kepentingan.
 
“Tentunya digitalisasi masih memiliki banyak ruang untuk dapat dikembangkan lebih lanjut,” ungkapnya.  Terakhir, Menkeu  berharap digitalisasi dapat menyediakan Big Data untuk kemudian menjadi bahan analisis oleh para pelaku UMKM untuk mengembangkan produk dan layanannya.
 
"Analisis tersebut untuk mengetahui perilaku konsumen pasti akan sangat penting, selain itu juga dapat memberikan Inovasi yang kemudian dapat meningkatkan jangkauan dan hasil," pungkasnya.

Baca Juga: Pendapatan Asuransi Jiwa Capai Rp 164,55 Triliun, Turun 4% di Kuartal III 2022

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: