Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Airlangga: Defisit Perdagangan Migas Bisa Tembus Rp31,25 Triliun

Airlangga: Defisit Perdagangan Migas Bisa Tembus Rp31,25 Triliun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut neraca perdagangan sektor migas bakal mengalami defisit yang cukup besar pada tahun 2022.

Ia mengatakan bahwa defisit tersebut berpotensi mendekati angka US$2 miliar atau setara dengan Rp31,25 triliun. Sementara itu, dari sisi neraca perdagangan secara umum, mencatatkan surplus sekitar US$5 miliar atau setara Rp78,12 triliun.

"Sekarang ini ekspor kita positif US$5 miliar, namun neraca pada migas itu secara bulanan negatif bisa mendekati US$2 miliar," ujar Airlangga dalam acara International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG), Kamis (24/11/2022).

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Target Produksi Minyak 1 Juta Barel Terancam Tak Tercapai

Lanjutnya, ia menginginkan industri hulu migas mampu mencatatkan pertumbuhan positif ke depannya, salah satunya dengan cara mendorong tingkat investasi ke lapangan-lapangan migas di dalam negeri.

"Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, badan usaha baik milik swasta, maupun milik negara dan kontraktor migas diharapkan bisa lebih baik lagi agar target yang dicanangkan dan target tersebut tentunya sangat berpengaruh pada penerimaan negara di APBN dan juga terhadap ekspor Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, persoalan insentif bagi pengusaha yang minat untuk menggarap potensi migas Indonesia perlu jadi perhatian yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan investor di dalam negeri.

Baca Juga: Tolak Utusan Khusus Soal LGBTQ+ dari AS Bakal ke Indonesia, Ketua MUI: Masih Banyak Persoalan yang Perlu Diselesaikan

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: