Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

APJII Desak Segera Lakukan Penguatan Internet Resilience

APJII Desak Segera Lakukan Penguatan Internet Resilience Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keberhasilan ekonomi digital Indonesia, selain dukungan dari infrastruktur telekomunikasi, juga berkaitan dengan ketersediaan sumber daya Internet Protocol address (IP address).

Dalam perhelatan The 4th Annual Member Meeting (AMM) Indonesia Network Information Centre (IDNIC) 2022 yang diadakan di ICE BSD, Aju Widya Sari, Direktur Telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengatakan, pengguna internet di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Oleh karena itu Indonesia sangat memerlukan IP address dengan jumlah yang banyak.

“Saat ini ketersediaan IP address versi 4 (IPv4) sudah sangat terbatas. Untuk menghadapi keterbatasan IPv4, Kemkominfo mendorong penggunaan IP address versi 6 (IPv6). Secara kalkulasi, IPv6 dapat digunakan hingga 340 triliun triliun triliun alamat”, Lanjut Aju.

Kemenkominfo terus mendorong industri internet untuk menggunakan IPv6 sebagai solusi antisipatif atas ketersediaan IPv4 yang saat ini jumlahnya sudah mulai terbatas. Kemkominfo berharap IPv6 ini dapat segera diimplementasikan di Indonesia agar transformasi digital tak mengalami hambatan, kata Aju saat menjadi Keynote Speaker di perhelatan AMM Ke-4 IDNIC tahun 2022.

Sebagai informasi, pemberian dan pengaturan IP address di dunia,  saat ini dilakukan oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Untuk wilayah Asia dan Pasific, IANA menunjuk Asia Pacific Network Information Center (APNIC) sebagai organisasi yang mengatur IP address. Untuk Indonesia, APNIC menunjuk Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sebagai pengelola IP address di Indonesia.

Sementara itu Muhammad Arif, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), menjelaskan selama ini seluruh anggota APJII telah menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya Kemkominfo, dalam hal percepatan transformasi digital dan pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Bahkan seluruh anggota APJII telah mendukung program pemulihan ekonomi di berbagai sektor yang terdampak akibat COVID-19.

“APJII mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh anggota, baik penyelenggara maupun direct member, atas dukungan dan kerjasamanya untuk mendukung program prioritas akselerasi transformasi digital dan pemulihan ekonomi pasca COVID-19. Kami berharap kolaborasi yang sudah terbangun sangat baik antara APJII dengan pemerintah dapat terus berlanjut dan tumbuh. Terlebih lagi dalam mengawal agenda percepatan transformasi digital Indonesia yang tengah digalakkan Pemerintah Presiden Jokowi," kata Arif.

Peningkatan jumlah pengguna dan trafik internet di Indonesia turut meningkatkan vulnerability and threats di dunia maya. Oleh sebab itu menurut Arif, Indonesia membutuhkan penguatan internet resilience.

“Internet resilience adalah kemampuan untuk mengantisipasi, bertahan, pulih dari, dan beradaptasi dengan kondisi buruk, tekanan, serangan, atau kompromi pada sistem yang menggunakan sumber daya internet, seperti nama domain, nomor IP, alamat elektronik, jaringan, dan sumber daya online lainnya”, jelas Arif.

Baca Juga: BNI Gandeng Bank Jatim Perkuat Ekonomi Digital di Jawa Timur

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: