Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Aksi Penggunaan GBK buat Temu Relawan Jokowi Disebut Ugal-ugalan, Yan Harahap Singgung Piala Dunia U20

Aksi Penggunaan GBK buat Temu Relawan Jokowi Disebut Ugal-ugalan, Yan Harahap Singgung Piala Dunia U20 Kredit Foto: Instagram/Yan Harahap
Warta Ekonomi, Jakarta -

Acara temu relawan Joko Widodo (Jokowi) dalam Nusantara Bersatu pada Sabtu (26/11/2022) yang bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) menuai sorotan.

Bahkan tagar Katanya GBK menempati peringkat nomor satu trending Twitter saat ini. Ini sebagai sindiran warganet atas penggunaan GBK untuk kegiatan politik atau selain olahraga.

Baca Juga: Ciri-ciri Pemimpin Seperti Ini Diminta Jokowi untuk Jangan Dipilih di Pilpres 2024: Yang Senangnya Hanya...

Mayoritas warganet atau netizen mengkritik penggunaan GBK. Bukan soal digunakan relawan Jokowi, tetapi mengapa untuk acara lainnya, seperti Piala AFF 2022 dan konser musik Blackpink, tidak boleh.

Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap ikut berkomentar. Menurutnya apa yang dilakukan Presiden Jokowi dan relawannya sudah ugal-ugalan.

"Suka-suka ugal-ugalan," tulisnya di akun Twitter @YanHarahap sambil menyertakan tampilan berita soal pelarangan penggunaan GBK untuk konser dan pertemuan lainnya karena disiapkan untuk Piala Dunia U20.

Sebelumnya, lewat Menpora Zainudin Amali, GBK disebut tak boleh digunakan untuk kegiatan apapun enam bulan sebelum Piala Dunia U-20 2023. Timnas Indonesia sampai dilarang tampil di GBK.

Piala Dunia U-20 2023 akan berlangsung pada Mei-Juni tahun depan. Dengan kata lain pada November ini seharusnya sudah tidak bisa digunakan jika memakai ketetapan dari Kemenpora.

Pada 10 November lalu, setelah pengelola GBK datang ke kantornya, Amali mengatakan GBK tak boleh digunakan untuk kegiatan apapun sebelum Piala Dunia. Jika tetap digunakan ia akan lepas tangan.

"Iya [tergantung FIFA untuk Piala AFF dan lainnya]. Kalau ditanya ke saya, karena saya menjamin itu, maka tidak. Jika FIFA mengatakan 'oh, iya silakan', tetapi saya tidak menjamin lagi," kata Amali.

Baca Juga: Perkuat Sektor Keuangan, Bos OJK Lantik 16 Pimpinan Satuan Kerja Baru

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel: