Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

InsightAsia Rilis Hasil Riset Terbaru terkait Lanskap Pasar Dompet Digital di Indonesia

InsightAsia Rilis Hasil Riset Terbaru terkait Lanskap Pasar Dompet Digital di Indonesia Kredit Foto: Tri Nurdianti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam rangka memperingati Bulan Fintech Nasional (BFN) 2022 yang jatuh pada November ini, PT InsightAsia Research Group Indonesia (InsightAsia) sebagai perusahaan spesialis riset pasar di Asia meluncurkan hasil riset terbarunya berjudul Consistency That Leads: 2023 E-Wallet Industry Outlook yang berisi gambaran lanskap pasar dan perkembangan dompet digital di Indonesia.

Menjelaskan alasan utama dari riset ini, Research Director InsightAsia Olivia Samosir dalam acara konferensi pers (28/11/2022) menyampaikan, "[alasannya] karena kalau kita lihat perkembangannya [industri dompet digital di Indonesia] pesat sekali dari 10 tahun terakhir. Pioneering brand [di industri dompet digital di Indonesia juga sebenarnya sudah ada] sejak tahun 2009. Para pemain ini, terutama kategorinya sendiri, itu penerimaannya dari masyarakat cukup baik, bahkan lebih cepat dibandingkan dengan kategori lain karena memang ada kebutuhan dari masyarakat sendiri [terhadap dompet digital]."

Selain itu, riset digagas dengan melihat pada integrasi teknologi di dalam industri dompet digital yang telah menawarkan layanan finansial yang membuka akses masyarakat terhadap kegiatan ekonomi tanpa harus terhubung dengan layanan perbankan. Riset pun menjadi relevan dengan adanya akses yang lebih luas yang dimanfaatkan oleh masyarakat dalam industri ini.

Baca Juga: Telkom Luncurkan Dompet Elektronik untuk Pekerja Migran

"Secara makro, kita juga melihat bahwa Pemerintah mendukung industri dompet digital ini karena industri ini dirasa mampu meningatkan roda perekonomian nasional karena telah membantu dalam membuka akses masyarakat kepada kegiatan ekonomi, seperti dalam melakukan transaksi, pembayaran, tabungan, kredit, asuransi, dan lainnya," tambah Olivia.

Riset dilakukan dengan survei kepada 1.300 responden yang tersebar di tujuh kota di Indonesia, seperti Jabodetabek dengan sejumlah (400 responden), Bandung (200 responden), Medan (200 responden), Makassar (200 responden), Semarang (100 responden), Palembang (100 responden), dan Pekanbaru (100 responden) dengan proporsi 50% laki-laki dan 50% wanita dalam usia produktif dari 44% kelas atas dan 56% kelas menengah yang memiliki profesi antara lain sebagai karyawan swasta, pengusaha, freelancer/part-timer, interns, pelajar/mahasiswa, dan lainnya.

Olivia menjelaskan bahwa sample dari usia produktif digunakan karena Indonesia sedang menikmati bonus demografi yang dalam hal ini dompet digital memiliki ruang dalam perannya untuk mengoptimalkan angkatan kerja produktif dalam kegiatan ekonomi yang dapat menggerakkan roda perekonomian nasional dan membuka akses kepada layanan keuangan yang lebih inklusif.

"Dari data Bank Indonesia terakhir, perkembangannya [industri dompet digital] bahkan sampai sekarang sudah mencapai Rp35,5 triliun dalam transaksinya per Agustus 2022. Ini perkembangan yang eksponensial," ujar Olivia.

Ia menambahkan, "kalau kita melihat dari perjalanan perkembangan industri dompet digital di Indonesia, perkembangannya akan terus naik karena dari potensinya itu sendiri didukung oleh banyak aspek, mulai dari penerimaan masyarakat, industri dengan pemain yang terus bergerak dan berinovasi, dukungan Pemerintah dan institusi, dan dukungan lainnya."

Melengkapi pada penjelasan terkait dengan adanya integrasi ke produk dan layanan keuangan yang telah inklusif kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya, Fithra Faisal selaku ekonomi dan peneliti di Universitas Indonesia yang turut hadir dalam acara menyampaikan bahwa di dalam lanskap regional, Indonesia berada dalam sisi yang menguntungkan dengan potensi industri dan pasar yang bullish sehingga ke depannya industri ini, didukung dengan perkembangan teknologi dan ruang untuk improvements akan terus berkembang secara positif.

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel: