Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rhenald Kasali Soal PHK Ruangguru dan Binar Academy: Kerja Butuh Lebih dari Sekadar Sertifikat

Rhenald Kasali Soal PHK Ruangguru dan Binar Academy: Kerja Butuh Lebih dari Sekadar Sertifikat Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ramai platform pelatihan online kini terjerat kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah situasi yang semakin pelik. Tidak terkecuali Ruangguru dan Binar Academy. Diketahui Ruangguru telah mem-PHK ratusan karyawannya dan Binar Academy telah mem-PHK 20% dari jumlah total karyawannya.

Menanggapi isu PHK yang menerpa platform atau startup di sektor pelatihan atau pembelajaran online ini, Rhenald Kasali dalam sebuah video berjudul Menjelang Hari Guru, Ruangguru PHK Massal yang diunggah di akun YouTube-nya pada 26 November lalu turut menyampaikan keprihatinannya terhadap hal tersebut.

"Mudah-mudahan ini tidak menjadi gejala di Indonesia, kita perlu menjaga dan memproteksi orang-orang hebat di negeri kita. Tapi tampaknya di dunia ini memang terjadi perubahan yang sangat besar sekali untuk para pencari kerja. Ini tentu saja tragedi bagi generasi milenial karena harapan mereka adalah bekerja di startup dan mereka rela meninggalkan pekerjaan-pekerjaan lainnya," tutur Rhenald seperti dikutip pada Selasa (29/11/2022).

Baca Juga: Catatan Rhenald Kasali pada PHK Ruangguru: Jangan Numpang Exit Lewat Resesi!

Nampaknya kini model bisnis yang dijalankan oleh platform pelatihan online menjadi kurang relevan dan tidak kompetitif, dalam hal ini Rhenald menyampaikan bahwa teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan guru-guru yang hebat, dan perlu disadari pula bahwa guru juga perlu berkenalan dengan teknologi karena teknologi yang berada di tangan guru-guru hebat itulah yang menciptakan perubahan.

Saat ini, banyak "guru" yang telah membagikan ilmunya yang secara gratis dengan akses yang mudah, berasal dari pengalaman langsung mereka di lapangan. Oleh karena itu model bisnis kursus berbayar untuk mendapatkan sertifikat seperti yang terjadi dalam model bisnis platform pelatihan online menjadi kurang relevan dengan perkembangan zaman dan masyarakat yang terus berevolusi.

Rhenald menyampaikan bahwa kini telah yerjadi perubahan dalam dunia pendidikan, di mana selain banyak pelatihan gratis dari "guru lapangan" juga pendidikan kini dituntut untuk tidak hanya diraih secara formal di dalam kelas, namun juga di luar kelas dalam bentuk latihan kerja lapangan.

"Bahkan banyak yang mempunyai ijazah banyak sekali, ternyata tidak bisa juga [melakukan pekerjaan dengan baik] karena untuk bisa bekerja itu dibutuhkan lebih dari sekedar sertifikat. Jangan jadi juara kelas, tapi jadilah juara kehidupan," ujar Rhenald.

Tidak hanya perlu belajar untuk mencapai kemampuan dan keterampilan, untuk bekerja, seseorang juga harus memiliki sikap dan tata krama yang bagus, disiplin, dan juga berintegritas serta mampu menempatkan dan memposisikan dirinya di hadapan orang lain. Sertifikat formal saja tidaklah cukup, melainkan seseorang perlu pelatihan yang nyata sehingga dapat menjadi ahli dalam implementasi kerja.

Rhenald menyampaikan bahwa di masa saat ini, tidak semua hal memerlukan sertifikat, melainkan ada perubahan orientasi, dari yang sebelumnya orientasi pada sertifikat menjadi orientasi pada kemampuan atau keterampilan serta sikap dan tata krama.

Baca Juga: Meriahkan Bulan Bahasa Bali V, Desa Dangin Puri Kangin Gelar Berbagai Lomba

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: