Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

153 Pengguna Jasa Terdaftar di Bursa Karbon, Nilai Transaksi Capai Rp91,87 Miliar

153 Pengguna Jasa Terdaftar di Bursa Karbon, Nilai Transaksi Capai Rp91,87 Miliar Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 153 pengguna jasa telah terdaftar dan berpartisipasi dalam mekanisme perdagangan karbon hingga akhir Februari 2026.

Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan penambahan pengguna tersebut mendorong kenaikan volume dan nilai transaksi di bursa karbon domestik.

“Pada Februari 2026, volume transaksi tercatat sebesar 2.218 ton of carbon dioxide equivalent (tCO₂e) dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp91,87 miliar,” ujar Hasan dalam Konferensi Pers OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Februari 2026 di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. OJK mencatat, sejak peluncuran resmi bursa karbon Indonesia pada 26 September 2023 hingga 24 Desember 2025, nilai transaksi yang terealisasi baru mencapai Rp80,75 miliar.

Nilai tersebut dihimpun dari perdagangan unit karbon yang berlangsung di IDXCarbon, dengan total volume transaksi sekitar 1,6 juta ton CO₂e dan melibatkan 150 perusahaan sebagai pengguna jasa.

Meski aktivitas perdagangan telah berlangsung lebih dari dua tahun, OJK menilai ketersediaan unit karbon di bursa masih relatif besar. Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, menyampaikan bahwa pasokan unit karbon masih jauh melebihi transaksi yang terealisasi.

Baca Juga: OJK Gandeng Bursa London & Singapura, Incar Aliran Dana Green Fund Global ke IDX Karbon

Baca Juga: Perdagangan Karbon Jalan Juni 2026, Hashim: Miliaran Dolar Masuk RI

“Total unit karbon yang masih tersedia mencapai 2,67 juta ton CO₂ equivalent,” ujar Eddy dalam konferensi pers penutupan perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/12/2025).

OJK menilai peningkatan partisipasi pengguna dan transaksi pada awal 2026 menjadi sinyal positif bagi pengembangan pasar karbon nasional, sekaligus mencerminkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap instrumen pembiayaan hijau dan pengelolaan emisi karbon.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: