Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jangan Bicara Transisi Energi, Kalau Belum Mampu Berantas Mafia Solar

Jangan Bicara Transisi Energi, Kalau Belum Mampu Berantas Mafia Solar Kredit Foto: Antara/Fransisco Carolio
Warta Ekonomi, Jakarta -

Upaya pemerintah untuk dapat mencapai net zero emission (NZE) dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dinilai harus dilakukan beriringan dengan pemberantasan mafia solar di dalam negeri.

Peneliti Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, mengatakan upaya pemerintah dalam mengatasi mafia solar seakan tidaklah serius yang terlihat daripada longgarnya peraturan yang mengatur tentang pengawasan penyaluran BBM subsidi tersebut. 

Hal ini terlihat dari jebolnya kuota subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 15 juta kilo liter (kl) mencapai angka 18,5 kl pada tahun 2022. Catatan tersebut dinilai karena BBM tersebut digunakan oleh para pengusaha sawit dan batu bara.

Baca Juga: Pengamat: Bagaimana Mau Transisi Energi Kalau Masih Ada Kesenjangan Pemahaman?

"Ada indikasi kuat solar ini digunakan oleh pengusaha sawit karena ternyata jebol di saat harga komoditas naik begitu harga komoditas sawit dan tambang naik, kuota solarnya jebol dalam jumlah yang sangat besar," ujar Daeng dikutip dari akun YouTube Sinar Harapan Net, Rabu (30/11/2022). 

Daeng mengatakan bahwa banyak sekali mafia solar yang tidak diusut secara tuntas, contoh misalnya kasus pencurian solar di Tuban yang menyedot dari pipa Pertamina dan banyak sekali yang tidak selesai penanganannya.

Lanjutnya, ia menilai bahwa pentingnya penanganan kasus ini dalam membicarakan isu transisi energi karena ini adalah kunci bagi pemerintah untuk bisa menyukseskan satu hal saja.

"Jadi kalau bisa untuk menunjukan kesuksesan dalam transisi energi paling tidak penggunaan solar berkurang," ujarnya. 

Upaya pemerintah yang saat ini tengah melakukan peningkatan terhadap pencampuran bahan bakar nabati yang berasal dari minyak sawit dengan dicampur solar rasanya harus terus dilaksanakan. Meski begitu, hal tersebut perlu rasanya dilakukan setelah penyelesaian masalah mafia solar. 

"Kalau ditanya bagaimana pemerintah melakukan transisi energi secara benar, maka yang harus dilakukan pemerintah berantas dulu mafia solarnya," ungkapnya.

Baca Juga: KORPRI Kabupaten Badung Bersihkan Pantai Jerman, Kumpulkan 26 Ton Sampah Pantai

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: