Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Firli Bahuri Klaim Penyelidikan Formula E Tidak Terkait Kekuasaan Manapun

Firli Bahuri Klaim Penyelidikan Formula E Tidak Terkait Kekuasaan Manapun Kredit Foto: Antara/Reno Esnir
Warta Ekonomi, Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan kasus dugaan rasuah terkait penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta masih tetap berlangsung. Lembaga antikorupsi ini menegaskan, pengusutan kasus tersebut tidak terganggu dengan kepentingan pemegang kekuasaan manapun.

"Penyelidikan Formula E tetap jalan, tidak pernah terganggu karena pada prinsip kerja KPK. KPK tidak pernah terganggu dengan kekuasan manapun," kata Ketua KPK, Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2022).

Firli menekankan, pihaknya bekerja secara independen. Dia menegaskan, kinerja KPK berdasarkan aturan Undang-Undang yang berlaku. "KPK adalah lembaga negara dalam rumpun eksekutif dan dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya tidak terpengaruh oleh kekuasaan manapun," kata dia.

Baca Juga: Firli Bahuri Mohon Buka Kuping Lebar-lebar! Kalau KPK Nekat Senggol Anies Baswedan, Rocky Gerung Sebut Bakal Diketawain: Duitnya di Mana?

Jadi, kata dia, tidak ada pengaruh dengan hal-hal kegiatan lain karena pada prinsipnya apa yang dilakukan KPK adalah penegakan hukum. Meski demikian, Firli enggan membeberkan mengenai perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

Dia menyebut, hal tersebut bakal disampaikan kepada publik pada waktu yang tepat.

"Kalau masalah perkembangannya nanti kita akan sampaikan pada waktunya ya, tidak untuk sekarang," ujarnya.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, pihaknya masih terus mengumpulkan bukti yang mendukung adanya dugaan rasuah dalam kasus itu. Sehingga dapat menemukan titik terang perkara tersebut.

Baca Juga: BTN Pastikan Dana Rights Issue Digunakan Untuk Penuhi Kebutuhan Rumah Masyarakat

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel: