Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Semangat Wujudkan Layanan Inklusif, Sejumlah Jurus Jitu Kemensos Buat Majukan Penyandang Disabilitas

Semangat Wujudkan Layanan Inklusif, Sejumlah Jurus Jitu Kemensos Buat Majukan Penyandang Disabilitas Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Sosial menyerahkan bantuan Asistensi Sosial (ATENSI) secara serentak di 31 titik di seluruh Indonesia, Kamis (8/12/2022). Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2022 yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

HDI 2022 mengusung tema nasional Partisipasi Bermakna Menuju Pembangunan Inklusif yang Berkelanjutan. Sejalan dengan arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, peringatan HDI tidak sekedar seremoni, namun digelar untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Minta Keselamatan untuk Bangsa, Risma Gelar Doa Bersama dengan Pejabat Kemensos Hingga Relawan

“Jadi ini semua dilakukan lebih dititikberatkan pada pelayanan-pelayanan sosial tidak sekedar seremonial,” kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Pepen Nazarudin yang hadir mewakili Menteri Sosial pada saat memberikan keterangan kepada awak media di Puskesmas Rawalele Subang, dikutip dari Siaran pers, Jumat (9/12/2022).

Kegiatan ini dilakukan secara hybrid. Hadirin di seluruh Indonesia terhubung melalui Video Conference, dengan titik utama di Kabupaten Subang.

Dalam kaitan tersebut, rangkaian peringatan HDI 2022, diselenggarakan dengan mewujudkan Program Indonesia Melihat, Indonesia Mendengar, Indonesia Melangkah, Pembebasan Pasung, dan operasi katarak. Program tersebut merupakan bentuk komitmen Kemensos dalam menciptakan pembangunan inklusif bagi penyandang disabilitas demi tercapainya dunia yang aksesibel dan setara.

“Implementasinya antara lain berupa pemberian Alat Bantu Dengar (ABD), alat bantu mobilitas seperti kursi roda, alat bantu disabilitas sensorik netra seperti tongkat penuntun adaptif, dan operasi katarak,” ujar Pepen.

Baca Juga: Cuit Mau Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi, Anies Baswedan Diragukan: Beli Lem Aibon Saja Miliaran...

Secara rinci, Pepen menjelaskan program tersebut merupakan bentuk komitmen Kemensos dalam memperhatikan keberagaman jenis dan kebutuhan penyandang disabilitas. Melalui Program Indonesia Melihat misalnya, Kemensos memenuhi kebutuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas sensorik netra. Yakni berupa tongkat penuntun adaptif, tongkat pintar dengan sensor air panas dan handphone yang bisa bicara.

Baca Juga: BRIN Dikritik Usai Nama Habibie Hilang dari Panel Sejarah Iptek: Maunya Cuma Ada Nama Soekarno Gitu? Mau Bikin Negara Milik Nenek Moyang Ya?

Penulis: Rena Laila Wuri
Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: