Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pegang Kemudi, Indonesia Mau Berbagai Isu di ASEAN Diselesaikan

Pegang Kemudi, Indonesia Mau Berbagai Isu di ASEAN Diselesaikan Kredit Foto: AP Photo/Aijaz Rahi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Usai terselenggaranya puncak perhelatan Presidensi G20 Indonesia di Bali pada pertengahan November lalu, Indonesia semakin menegaskan posisi dan peran strategisnya dalam keikutsertaan mengatasi berbagai tantangan global saat ini.

Presidensi G20 Indonesia juga telah menghasilkan concrete deliverables yang berfokus pada isu strategis mulai dari penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, transisi energi yang berkelanjutan, hingga ketahanan pangan.

Baca Juga: Dari ASEAN hingga Global, Mastersystem Sabet Penghargaan Cisco 2022

Sejumlah hasil konkret yang menjadi pembeda dalam Presidensi G20 Indonesia tersebut mulai dari pembentukan pandemic fund mencapai 1,5 miliar dolar AS, dukungan Amerika Serikat terkait transisi energi melalui Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) yang berkomitmen melakukan investasi sebesar 600 miliar dolar AS, Just Energy Transition Partnership (JETP) yang merupakan inisiasi Pemerintah Jepang dengan komitmen sebesar 20 miliar dolar AS, hingga inisiasi Asia Zero Emision antara Jepang dan Indonesia.

Dengan keberhasilan dalam mengampu Presidensi G20 tersebut, Indonesia kembali dipercaya untuk mengemban Keketuaan ASEAN 2023.

Mengusung tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”, Indonesia berupaya memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan yang stabil dan damai.

Indonesia juga berupaya secara konsisten menjunjung tinggi hukum internasional, memperkuat kerja sama dan tidak menjadi proksi dari kekuatan manapun, sehingga ASEAN mampu menjadi kawasan yang kuat, inklusif, serta memiliki pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Secara umum, kawasan ASEAN telah menjadi tuan rumah sejumlah forum multilateral utama, terutama KTT ASEAN di Kamboja, Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC di Thailand, KTT G20 Bali, dan sekarang General Conference Council for Security Cooperation in the Asia Pacific (CSCAP), yang diselenggarakan di Jakarta,” ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, saat menyampaikan keynote speech dalam acara 13th General Conference Council for Security Cooperation in the Asia Pacific (CSCAP), di Jakarta, Kamis (8/12/2022). 

Airlangga menerangkan, melalui tema yang diangkat tersebut, Indonesia berupaya mempersiapkan ASEAN untuk dapat lebih maju dengan menyediakan penyelesaian bagi berbagai isu strategis di kawasan.

Untuk itu, kolaborasi yang kuat diharapkan dapat terbentuk antar anggota ASEAN guna mendukung pencapaian tujuan tersebut.

“Bapak Presiden Joko Widodo percaya bahwa pada tahun 2045, ASEAN akan menjadi kelompok negara yang lebih adaptif, responsif, kompetitif, sejalan dengan agenda global ASEAN,” ungkap Airlangga.

Sejalan dengan Presidensi G20 Indonesia, ASEAN 2023 juga akan diarahkan untuk menyediakan solusi bagi berbagi isu seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, kerja sama keuangan, mengatasi gangguan rantai pasok global, mitigasi perubahan iklim, dan merespons ketidakstabilan di kawasan.

Melalui Keketuaan tersebut, Indonesia juga memiliki target untuk dapat mempercepat Digital Economic Framework Agreement.

Sebagai wujud komitmen dalam mendorong transformasi digital, Indonesia telah melakukan kesepakatan dengan Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina terkait sistem pembayaran digital yang terintegrasi untuk mempermudah pembayaran dan memperkuat mata uang di kawasan.

Ke depannya, berbagai negara di ASEAN diharapkan dapat ikut serta dalam mengintegrasikan sistem pembayaran digital tersebut.

Baca Juga: Sekda Provinsi Bali Buka Turnamen Tenis Lapangan Bapor KORPRI Bali Tahun 2023

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: