Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sarkofagus Mumi 2.500 Tahun yang Dicuri Amerika Akhirnya Dikembalikan ke Mesir

Sarkofagus Mumi 2.500 Tahun yang Dicuri Amerika Akhirnya Dikembalikan ke Mesir Kredit Foto: Reuters/Mohamed Abd El Ghany
Warta Ekonomi, Washington -

Sarkofagus kayu tiba di Amerika Serikat pada tahun 2008 dan disimpan di Museum Ilmu Pengetahuan Alam Houston. Itu diselundupkan ke AS melalui Jerman, menurut Alvin Bragg, Jaksa Wilayah Manhattan.

Kantor Kejaksaan menemukan bahwa sarkofagus itu berasal dari pekuburan di utara Kairo, lapor Associated Press.

Baca Juga: Nuansa-nuansa Islam dalam Benteng Kuno di Yerusalem Terancam Dilenyapkan Israel

Pencurian barang antik telah lama menjadi masalah bagi Mesir, dan pemerintah Mesir berupaya untuk mengambil kembali ribuan artefak yang telah diambil secara ilegal dari negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir. Para arkeolog Mesir juga bekerja untuk memulihkan artefak yang diambil dari negara itu jauh di masa lalu, seperti Batu Rosetta, yang telah dipajang di British Museum sejak 1802.

Sarcophagi adalah wadah seperti kotak untuk orang mati. Mereka digunakan di Mesir Kuno dan sering dihiasi dengan lukisan dan prasasti yang rumit. Sarkofagus yang dibangun untuk orang kaya atau berkuasa, seperti yang dimiliki firaun Tutankhamun, terkenal mewah.

Sarkofagus yang baru dipulangkan memiliki panjang hampir 9,5 kaki. Hieroglif, aksara Mesir Kuno, tertulis di tubuh sarkofagus, dan wajah hijau besar dilukis di kepala peti mati.

Mostafa Waziri, anggota Dewan Tertinggi Purbakala Mesir, mengatakan dalam upacara kemarin bahwa sarkofagus yang dipulangkan berasal dari Periode Dinasti Akhir, artinya peti mati itu berusia sekitar 2.500 tahun, kurang lebih satu abad.

“Peti mati yang menakjubkan ini diperdagangkan oleh jaringan yang terorganisir dengan baik yang telah menjarah barang antik yang tak terhitung jumlahnya dari wilayah tersebut,” kata Bragg, menurut AP. "Kami senang benda ini akan dikembalikan ke Mesir, tempat yang seharusnya."

Bragg menambahkan bahwa jaringan yang sama menyelundupkan peti mati yang berakhir di Museum Seni Metropolitan New York; barang itu dipulangkan ke Mesir pada tahun 2019.

Menurut AP, pejabat Kairo berhasil membawa kembali 5.300 artefak curian ke Mesir dari seluruh dunia pada tahun 2021.

Baca Juga: Untuk B100, Pengusaha Sawit: Minimal Butuh Pasokan CPO 36 Juta Ton Per Tahun

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: