Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mohon Maaf usai Unggah Foto Naik KA Argo Parahyangan, 'Pak Anies Makin Pinter Sarkas'

Mohon Maaf usai Unggah Foto Naik KA Argo Parahyangan, 'Pak Anies Makin Pinter Sarkas' Kredit Foto: Twitter/Anies Baswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Unggahan Anies Baswedan yang bagikan momennya berada di dalam Kereta Api (KA) Argo Parahyangan menjadi perhatian warganet.

Melalui akun Twitter-nya, @aniesbaswedan, bakal capres Partai NasDem itu mengunggah foto ketika dirinya sedang duduk manis sambil memegang buku dan kopi di salah satu bangku di dalam gerbong eksekutif.

Baca Juga: Prabowo Subianto Ungkap Kemungkinan PKS Join Koalisi Gerindra-PKB, Anies Baswedan Ditinggal?

"Kembali ke Jakarta dengan naik Argo Parahyangan, kereta yang penuh kenangan dan terus menjadi pilihan bagi begitu banyak orang. Kereta ini telah membuat perjalanan jadi pengalaman," tulis Anies pada Minggu (22/1/2023).

Usai mengunggah foto tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuai pro dan kontra. Publik menilai jika cuitan Anies merupakan bentuk sindiran terkait proyek kereta api cepat yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi cuitannya yang menuai kritik tajam, Anies Baswedan akhirnya meminta maaf. Namun, ia meminta maaf karena melipat buku yang dipegangnya.

"Ternyata banyak yang terpancing emosi dan protes lihat tweet ini. Saya mohon maaf, insya Allah saya usahakan lain kali tidak pegang buku dengan cara dilipat begitu," kata Anies seperti dikutip pada Selasa (24/1/2023).

Twit dari sosok yang digadang-gadang bakal maju dalam kontestasi politik mendatang ini lagi-lagi menuai pro dan kontra. Banyak netizen yang menyebut jika permintaan maaf dari Anies Baswedan hanyalah sarkasme.

"Hampir semua yang komen bahas buku dan cara pegang buku. Padahal makna postingan Pak Anies itu adalah ekstisensi kereta Argo Parahyangan. Pesan yang disampaikan adalah kalau 2024 Pak Anies presiden, Argo Prahyangan tidak akan dihilangkan hanya karena keberadaan KCIC," kata netizen.

Baca Juga: Lampau Kinerja Pra Pandemi, Penyaluran KPR BCA Capai Rp 108,3 Triliun pada 2022

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Suara.com.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

WE Academy

Aspek Hukum Perkreditan & Administrasi Kredit

Aspek Hukum Perkreditan & Administrasi Kredit

Lihat Semua