Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Namun, saat ini fokus masyarakat tengah bergeser ke Mahkamah Konstitusi tengang sidang gugatan proporsional tertutup,
"Bisa saja desas-desus penundaan pemilu, dipilih sebagai opsi 'darurat'," jelasnya.
Aktiviis Nahdlatul Ulama itu juga menilai suprastruktur politik gagal menciptakan Anies Bawedan sebagai musuh bersama.
"Kegagalan itu membuat istana dan juga PDI Perjuangan gagap menyikapi proses pemilu 2024 dan direspons dengan munculnya kembali proposal penundaan pemilu melalui usulan yang berubah menjadi desakan sistem proporsional tertutup," pungkas Sholeh.(mcr8/jpnn)
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Bayu Muhardianto
Tag Terkait: