Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Volume Penjualan Batu Bara Naik 39%, Adaro Minerals Beberkan Rahasianya

Volume Penjualan Batu Bara Naik 39%, Adaro Minerals Beberkan Rahasianya Kredit Foto: Unsplash/Vladimir Patkachakov
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pada tahun 2022, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatatkan kinerja yang impresif. Berdasarkan laporan resmi, diketahui bahwa anak perusahaan Adaro Energy tersebut berhasil meningkatkan volume penjualan batu bara hingga 39% ke angka 3,20 juta ton dari 2,30 juta ton pada periode yang sama di tahun 2021.

Direktur Adaro Minerals, Heri Gunawan, menambahkan bahwa bukan hanya volume penjualannya saja yang meningkat melainkan juga produksi komoditasnya. Pada periode tersebut, Adaro Minerals sukses memproduksi 3,37 juta ton batu bara alias naik 47% dari tahun 2021.

Baca Juga: Siapkan Amunisi Rp4 Triliun, Adaro Energy Siap Buyback Saham

“Walaupun harus menghadapi kondisi cuaca yang tidak normal, kami tetap mampu melampaui target produksi batu bara yang berada di kisaran 2,8 sampai 3,3 juta ton. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari konsesi PT Maruwai Coal yang sejak tahun 2019 konsisten menopang Adaro Minerals untuk meningkatkan produksi dan penjualan batu bara,” jelas Heri dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis, 16 Februari 2023.

Baca Juga: Terlalu Dipaksakan, Adaro dan IST Diminta Segera Berdamai oleh Marwan Batubara

Selain peningkatan produksi dan penjualan batu bara, Adaro Minerals juga mengalami kenaikan volume pengupasan lapisan penutup sebesar 8,32 Mbcm. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 62% jika dibandingkan dengan tahun 2021. Selain itu, nisbah kupas juga meningkat 10% sepanjang tahun 2022 lalu.

“Kami berhasil menjual 85% produksi batu bara ke tiga negara, yaitu Jepang, Tiongkok, dan India. Pada tahun 2023 ini, kami menargetkan pasar-pasar baru dan meningkatkan volume penjualan ke pasar domestik,” tambahnya.

Dengan pencapaian gemilang di tahun 2022 dan tingginya permintaan pelanggan, Adaro Minerals optimistis sanggup menjual 3,8 sampai 4,3 juta ton batu bara. Hal itu sesuai dengan target jangka menengah perusahaan sebesar 6 juta ton per tahun.

Baca Juga: Adaro Umumkan Dividen Sebesar US$500 Juta, Kapan Dibayar?

Selain itu, Adaro Minerals juga mengalokasikan dana sebesar AS$70–AS$90 juta untuk segmen batu bara metalurgi yang belum termasuk belanja modal untuk smelter aluminium. Adaro Minerals memperkirakan mampu mencapai financial close proyek ini pada setengah tahun pertama di tahun 2023.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yohanna Valerie Immanuella
Editor: Yohanna Valerie Immanuella

Advertisement

Bagikan Artikel: