Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tidak Maksimalnya Daerah Sawit Menekan Angka Stunting, Menko Muhadjir: Mari Gotong Royong!

Tidak Maksimalnya Daerah Sawit Menekan Angka Stunting, Menko Muhadjir: Mari Gotong Royong! Kredit Foto: Rena Laila Wuri

Wagub menyebut penyebabnya, antara lain, karena kurangnya keragaman asupan makanan di wilayah-wilayah sawit tersebut. “Makan nasi lauknya mi instan,” katanya. 

Baca Juga: Loyalis Cucu Nabi Menderita Gegara Ulah Buzzer Jokowi, Habib Mewanti-wanti: Mereka Akan Dimusnahkan Allah

Salah satu wilayahnya adalah Kabupaten Pasaman Barat yang menjadikannya wilayah paling tinggi angka stunting yakni sebesar 35,5%. Walaupun angka kemiskinan ekstremnya mengalami penurunan sebesar 0,76%.

"Strategi yang kita lakukan dengan memastikan apakah pelaksanaan 8 aksi konvergensi tersebut sudah optimal dilakukan pada masing-masing daerah yang masih tinggi angka stuntingnya," ujarnya.

Baca Juga: Tiga Elite Dikorbankan Demi Menjegal Anies Baswedan, KPK Disorot Tajam: Mereka Sudah Tak Independen!

Sementara itu, tingkat kemiskinan ekstrem Sumbar telah mengalami penurunan. Pada 2021 sebesar 0,91% menjadi 0,77% di tahun 2022. Lebih rendah daripada angka nasional 2,04 persen. Kota Padang Panjang menjadi wilayah dengan kemiskinan ekstremnya paling rendah yakin 0%, sesuai target nasional. Sedangkan Kabupaten Sijunjung sebagai wilayah tertinggi tingkat kemiskinan ekstremnya yakni sebesar 2,21%. 

Baca Juga: Untuk B100, Pengusaha Sawit: Minimal Butuh Pasokan CPO 36 Juta Ton Per Tahun

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rena Laila Wuri
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: