Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Indonesia Sukses Turunkan Inflasi, Sri Mulyani Apresiasi Sinergi Pemerintah dengan Bank Indonesia

Indonesia Sukses Turunkan Inflasi, Sri Mulyani Apresiasi Sinergi Pemerintah dengan Bank Indonesia Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia dinilai sebagai negara yang sukses menurunkan tingkat inflasi tanpa membuat perekonomiannya meredup. Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

Dalam keterangannya, Sri Mulyani menegaskan penurunan inflasi dicapai dengan kerja sama yang baik antara Pemerintah bersama Bank Indonesia.

Baca Juga: Temui Akademisi Australia, Sri Mulyani Pamer Status Baru Indonesia Jadi Negara Menengah ke Atas

"Indonesia termasuk yang sukses menurunkan inflasi tanpa membuat ekonominya harus redup karena interest rate-nya naik terlalu ekstrem. Ini karena fiskal dan moneter, pemerintah dan bank sentral bekerja sama secara baik," kata Sri Mulyani dalam acara kuliah umum Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, dikutip dari keterangan Kemenkeu, Rabu (31/5/2023).

Pemerintah dan Bank Indonesia sepakat untuk tetap konsisten menjaga inflasi tahun 2023 pada kisaran 3,0% ± 1% untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional di tengah masih adanya potensi risiko inflasi ke depan.

"Kalau di Indonesia, kalau bicara inflasi, kita bilangnya 3,0% ± 1% itu di dalam APBN dan menjadi indikatornya bank sentral," ujar Menkeu.

Terdapat beberapa langkah strategis yang dilakukan untuk menjaga inflasi melalui penguatan koordinasi di tingkat pusat dan daerah, seperti memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional.

Di sisi lain, Bendahara Negara tersebut juga menegaskan Pemerintah dan Bank Indonesia perlu menjaga inflasi komponen harga yang diatur oleh pemerintah atau administered prices dan inflasi komponen volatile food, utamanya pada masa Hari Besar Keagamaan Nasional sehingga pada akhir tahun berada dalam kisaran 3,0 hingga 5,0 persen.

Baca Juga: Kendalikan Inflasi Pangan, BI dan TPID Sumut Gencarkan Digitalisasi dan Kerja Sama Amtar Daerah

"Sehingga untuk Indonesia, menangani inflasi enggak selalu harus pakai monetary policy. Makanya, Pak Gubernur (Bank Indonesia) naikin suku bunganya enggak setinggi dan seekstrim bank sentral negara lain, tapi inflasi Indonesia turun. Karena apa? Karena kita menangani dari sisi pemerintah, sisi (volatile) food, dan administered price," ujar Menkeu.

Pengendalian inflasi menjadi salah satu kebijakan jangka pendek yang ditujukan untuk membangun pijakan yang kokoh dalam mewujudkan agenda pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, baik pusat dan daerah, serta Bank Indonesia perlu terus berkolaborasi dalam menjaga stabilitas harga, serta memastikan kelancaran distribusi dan pasokan komoditas esensial

Baca Juga: Potensi Dahsyat Minyak Jelantah: From Waste to Energy

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ayu Almas
Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel: