Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bisnis Teknologi Naik Hingga 113%, Astra Raup Untung Rp17,3 Triliun

Bisnis Teknologi Naik Hingga 113%, Astra Raup Untung Rp17,3 Triliun Kredit Foto: Astra.
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Astra Internasional Tbk (ASII) pada semester I 2023 meraup keuntungan atau laba bersih tidak termasuk penyesuaian nilai wahar atas investasi sebesar Rp17,3 triliun melesat 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pendapatan bersih Astra Grup pada semester pertama 2023 pun sebesar Rp162,4 triliun, meningkat 13% dibandingkan dengan semester pertama tahun 2022. 

Pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan peningkatan kinerja dari hampir seluruh divisi bisnis Grup, terutama divisi otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan pertambangan. 

Jika memperhitungkan penyesuaian nilai wajar, maka laba bersih Grup jika dibandingkan semester pertama tahun 2022 menurun 4% menjadi Rp17,4 triliun, termasuk keuntungan nilai wajar sebesar Rp3,7 triliun atas investasi di GoTo dan Hermina.

Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2023 sebesar Rp4.603, menurun 3% dibandingkan pada 31 Desember 2022.

Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup, mencapai Rp23,9 triliun pada 30 Juni 2023, dibandingkan Rp35,1 triliun pada akhir tahun 2022. Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup mencapai Rp50,1 triliun pada 30 Juni 2023 dibandingkan Rp44,5 triliun pada akhir tahun 2022.

Baca Juga: Astra Kembali Suntik Halodoc, Total Investasinya Tembus Rp2 Triliun

“Grup Astra mencatatkan kinerja yang cukup baik pada semester pertama tahun 2023, didukung oleh kinerja yang lebih baik dari hampir seluruh divisi bisnis. Meskipun situasi perekonomian global masih menimbulkan sejumlah tantangan, kami percaya kinerja Grup Astra untuk sisa tahun ini akan tetap baik,” ujar Djony Bunarto Tjondro Presiden Direktur, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (28/7/2023).

Tercatat, laba bersih divisi otomotif Grup meningkat 33% menjadi Rp5,7 triliun, yang mencerminkan peningkatan volume penjualan.

Adapula, laba bersih divisi jasa keuangan Grup meningkat 32% menjadi Rp3,8 triliun selama semester pertama pada tahun 2023 dibandingkan dengan semester pertama tahun 2022, yang disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dan alat berat.

Baca Juga: Akui Caplok OLX, Harga Saham Astra Malah Terjun Bebas

Namun, laba bersih divisi agribisnis Grup menurun sebesar 55% menjadi Rp293 miliar, terutama disebabkan harga minyak kelapa sawit yang lebih rendah.

Sementara, divisi infrastruktur dan logistik Grup mencatat peningkatan sebesar 42% menjadi Rp502 miliar, terutama disebabkan oleh kinerja bisnis jalan tol yang lebih baik.

Peningkatan terbesar terjadi pada divisi teknologi informasi Grup, PT Astra Graphia Tbk, yang 76,9% sahamnya dimiliki Perseroan, mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 113% menjadi Rp51 miliar, terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dan marjin usaha.

Kemudian, divisi Properti Grup melaporkan penurunan laba bersih sebesar 7% menjadi Rp68 miliar, terutama karena laba bersih yang lebih rendah dari serah terima unit di Asya Residences dan Anandamaya Residences, yang sebagian diimbangi oleh peningkatan laba bersih dari serah terima unit di Arumaya Residence dan tingkat hunian di Menara Astra yang lebih tinggi.

“Grup mencatatkan kinerja yang cukup baik pada semester pertama tahun 2023, didukung oleh kinerja yang lebih baik dari hampir seluruh divisi bisnis. Meskipun situasi perekonomian global masih menimbulkan sejumlah tantangan, kami percaya kinerja Grup untuk sisa tahun ini akan tetap baik,” tutup Djony.

Baca Juga: Demi Perkuat Penguasaan Pasar, Anak Usaha Pertamina Jalin Kerja Sama dengan KKMC

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: