Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

100 Negara Sudah Gunakan TMC System, Giliran Indonesia Kapan?

100 Negara Sudah Gunakan TMC System, Giliran Indonesia Kapan? Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Trimble Marine Construction (TMC) system asal Amerika Serikat merupakan teknologi canggih dalam pekerjaan kemaritiman seperti, reklamasi dan pengerukan di bawah laut. Hampir 100 negara telah menggunakan TMC ini karena mampu mendorong dan efisiensi pekerjaan serta waktun karena dioperasikan dengan system 

Menurut Asia Pacific Regional Sales Director Trimble, Troy Rigby, penggunaan TMC system tidak perlu banyak manpower (pekerja). Nilai ekonomis lainnya adalah tingkat akurasi pekerjaan bawah laut bisa menekan waktu.

Baca Juga: Kembangkan Academic Health System, President University Luncurkan Fakultas Kedokteran

"Hal terpenting adalah keselamatan kerja jauh lebih baik, karena potensi kecelakaan kerja turun. Sebab teknologi ini bisa mengurangi jumlah pekerja, dan bisa mempersingkat waktu," kata Troy sapaannya saat ditemui Warta Ekonomi di sela acara Trimble Day di Gedung Pelindo Place di Surabaya, Rabu (30/8/2023).

Troy juga menambahkan, teknologi ini tidak hanya fokus pada pengurangan pegawai. Tetapi percepatan pekerjaan jauh lebih efektif dan efisien. 

"Jika dibandingkan dengan pekerjaan di dalam negeri (masih manual), kerap terjadi pengulangan. Jelas tidak efektif, butuh biaya besar, dan prosesnya lama," ujar Troy.

Sementara itu, Direktur Geotronix, Fajar Setio Adi, mengungkapkan, penggunaan TMC system telah dilengkapi GNNS receiver. Di dalamnya terdapat sensor yang terpasang di alat untuk melakukan visualisasi. Selanjutnya, operator alat berat melakukan operasi objek di bawah laut jauh lebih akurat. 

Dengan demikian, kata Fajar, tidak perlu reworking seperti pekerjaan manual. Sebab, TMC system bekerja berdasarkan visualisasi secara realtime.

"Selama ini pekerjaan manual didasarkan feeling dan pengamatan. Malahan di dasar laut masih ditambah pegawai. Nah, akurasi alat ini bisa 100 persen dalam memantau objek," beber fajar.

Fajar mengakui kehadiran TMC system bukan pertama kalinya digunakan oleh beberapa negara. TMC system sendiri sudah 11 tahun digunakan oleh negara-negara. Sementara, Indonesia sendiri saat ini baru pertama kali perkenalkan. 

Baca Juga: Didukung AWS dan CDT, BNI Multifinance Modernisasi Core System dan Percepat Digitalisasi

Fajar berharap masuknya TMC system di Indonesia bisa mengubah mindset pekerjaan marine di dalam negeri. Fajar tidak menampik, butuh waktu untuk mengubah cara pandang pelaku usaha konstruksi. Namun dirinya optimistis pasar dalam negeri bisa menerima teknologi ini.

"Pangsa pasarnya cukup besar, karena Indonesia adalah negara kepulauan, dan banyak aktivitas reklamasi maupun pengerukan. Sementara teknologi ini tinggal menunggu waktu untuk diimpelemantasikan," pungkas Fajar yang ditunjuk langsung Geotronix sebagai partner di dalam negeri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: