Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sarjana Ekonomi se-Indonesia Reuni Akbar di Bengkulu, Bahas Hilirisasi hingga Ekonomi Hijau

Sarjana Ekonomi se-Indonesia Reuni Akbar di Bengkulu, Bahas Hilirisasi hingga Ekonomi Hijau Kredit Foto: Alfida Rizky Febrianna
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) akan menggelar perhelatan tahunan, yakni Sidang Pleno ISEI XXIII dan Seminar Nasional ISEI 2023. Acara ini akan diikuti oleh 500 anggota secara langsung di Provinsi Bengkulu, pada 15 September 2023 mendatang.

Gubernur Bank Indonesia (BI) sekaligus Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) periode 2021-2024, Perry Warjiyo mengatakan, pertemuan ini akan fokus membahas peran ISEI dalam memperkuat sinergi untuk ketahanan dan kebangkitan ekonomi menuju Indonesia Maju 2045.

"Ada dua kata kunci di sini, ketahanan dan kebangkitan ekonomi. Maksudnya apa? Saya jelaskan satu-satu," kata Perry, dalam media briefing di Kantor BI, Jumat (8/9/2023).

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Bocorkan Kunci Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Perry lalu menjelaskan, dalam aspek ketahanan, ISEI akan menyoroti ketidakpastian perekonomian dunia dunia saat ini. ISEI akan merumuskan dan memikirkan kebijakan untuk memperkuat ketahanan ekonomi makro agar kedepannya stabilitas perekonomian tetap terjaga.

"Selanjutnya, kebangkitan itu apa? kebangkitan itu dalam sidang pleno ini dan seminar ini akan fokus kepada tiga aspek mengenai kebangkitan," terangnya.

Perry mengungkapkan, tiga aspek kebangkitan itu adalah terkait dengan hilirisasi, digitalisasi serta ekonomi hijau dan keuangan yang inklusif.

"Tiga kata kunci yang mau kita bahas. Dalam hilirisasi, tidak hanya hilirisasi minerba tapi juga hilirisasi pertanian, perkebunan, perikanan dibahas di dalam sidang pleno dan juga seminar, terangnya.

Perry berujar, ISEI juga sudah mulai merancang sejumlah kebijakan yang dapat mendorong hilirisasi di pertambangan, perkebunan, perikanan dan juga pertanian.

"Kemudian, masalah digitalisasi, tidak hanya sistem pembayaran tapi di bidang ekonomi keuangan digital dan bagaimana juga mengembangkan digitalisasi untuk startup di dalam UMKM," terangnya.

Dia berujar, ISEI pusat dan daerah saat ini tengah banyak memikirkan bagaimana cara mengembangkan startup untuk interpretasi UMKM. 

"Itu akan menjadi penting bagi digitalisasi, termasuk juga nanti kerja sama internasional, itu menjadi penting. Kita sudah ada regional payment connectivity di ASEAN dan sejumlah negara," tukasnya.

Terakhir, aspek kebangkitan selanjutnya yang akan dibahas adalah terkait ekonomi hijau dan keuangan yang inklusif.

"Itu menjadi sangat penting di dalam seminar maupun sidang pleno. Kita juga bahas policy untuk semakin memperkuat green economy and finance inclusivity. Jadi, itu tujuan utama sehingga itu mewarnai rangkaian-rangkaian acaranya," tandasnya.

Baca Juga: Dorong Penurunan Emisi, PLN EPI Kembangkan Ekosistem Green Ekonomi di Gunung Kidul

Baca Juga: Satgas Pangan Pantau Stok-Harga Sembako di Pasar Kreneng Denpasar

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Alfida Rizky Febrianna
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: