Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sri Mulyani: Negara G20 Kuasai 80% Perekonomian Dunia

Sri Mulyani: Negara G20 Kuasai 80% Perekonomian Dunia Kredit Foto: Instagram
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa negara anggota G20 merupakan pemimpin dunia yang menguasai 80% perekonomian dunia.

Oleh karena itu, Sri Mulyani menilai, melalui kerja sama antar negara anggota G20, permasalahan global yang menjadi ancaman bagi kemanusiaannya dapat diatasi.

"Presiden Jokowi menyampaikan dunia tidak dalam keadaan baik-baik saja. Pemimpin dunia, terutama G20 yang menguasai 80% perekonomian dunia memiliki tanggung jawab besar untuk mampu bekerjasama dalam mengatasi masalah global yang menjadi ancaman kemanusian," ungkap Sri Mulyani, dalam unggahan di Instagram @smindrawati, Senin (11/9/2023).

Baca Juga: KTT G20 India Berakhir, Ini Hasil Kesepakatan Para Pemimpin Negara

Menurut Sri Mulyani, kondisi geopolitik yang sangat terfragmentasi dan kerja sama antar G20 yang makin tipis dan rapuh memberikan warna sangat dominan dalam berbagai pembahasan masalah yang mengancam dunia.

"Seperti gejolak harga pangan dan energi, perlemahan ekonomi global, perubahan iklim, kerjasama kesehatan menghadapi pandemi, perkembangan teknologi digital dan Artificial Intellegent yang berpotensi disruptif dan masalah keamanan serta perdamaian dunia," ungkapnya.

Ada pun hal tersebut Sri Mulyani ungkapkan usai mendampingi Jokowi dalam perhelatan KTT G20 di New Dehli, India yang telah resmi ditutup pada Minggu (10/9/2023) kemarin.

"Indonesia menyampaikan selamat kepada PM Narendra Modi atas seluruh penyelenggaran G20 Summit dan Presidency G20 India yang melahirkan Deklarasi Leaders G20," tutupnya.

Baca Juga: Usai Ikut KTT G20, Presiden Jokowi Tiba di Indonesia

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Alfida Rizky Febrianna
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: