Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dirjen EBTKE Sebut Indonesia Berhasil Turunkan Emisi Menuju Net Zero Emission

Dirjen EBTKE Sebut Indonesia Berhasil Turunkan Emisi Menuju Net Zero Emission Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam rangka memperingati acara Tripatra, sejumlah tokoh terkemuka dalam industri dan energi di Indonesia menyoroti secara penuh acara yang digelar pada Jumat (13/10) kemarin. 

Salah satunya adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Arifin Tasrif, yang diwakili oleh Yudo Dwinanda Priiadi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), yang menyampaikan pentingnya upaya global dalam menghadapi perubahan iklim.

"Indonesia telah menyampaikan komitmennya melalui Nationally Determined Contribution (NDC) untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Sektor energi di Indonesia berperan penting dalam pencapaian target ini," ucap Yudo, pada Sabtu (14/10). 

Baca Juga: Kolaborasi Pemanfaatan Gas Suar PetroChina Jabung, Langkah Maju Mendukung Net Zero Emission

Pada tahun 2022, menurut Yudo, sektor energi berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 91,5 juta ton CO2 ekivalen melalui aksi mitigasi, efisiensi energi, penggunaan energi baru dan terbarukan, serta bahan bakar rendah karbon.

"Saat ini, realisasi pengurangan emisi gas rumah kaca telah mencapai 118,2 juta ton CO2. Target untuk tahun 2024 adalah 116 juta ton CO2 ekivalen, menunjukkan bahwa Indonesia telah mencapai bonus pengurangan emisi sekitar 2 juta ton CO2. Indonesia berharap dapat berpartisipasi dalam perdagangan di pasar karbon di masa depan," kata Yudo.

Yudo menyebut, hal tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia yang berencana untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat (bila mendapatkan dukungan dari komunitas global).

"Dengan upaya bersama, Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam penanganan perubahan iklim dan menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan," lanjut Yudo.

Lebih lanjut, perlu diketahui bahwa dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-50, Tripatra mengundang sejumlah tokoh terkemuka dalam industri dan energi di Indonesia untuk mengikuti "Tripatra Engineering Sustainable Summit" alias sebuah forum diskusi yang bertujuan untuk berbagi praktik bisnis berkelanjutan.

Acara ini juga mendorong kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, asosiasi, akademisi, dan lembaga masyarakat, untuk bersama-sama membangun negara dan bangsa demi mencapai visi Indonesia maju pada tahun 2045.

Tripatra sendiri merupakan bagian dari Indika Energy Group, telah menjadi aset dan kebanggaan bangsa selama lima dekade terakhir. Selama 50 tahun itu, perusahaan ini telah menghasilkan berbagai karya rekayasa yang teruji kehandalannya dari masa ke masa.

Baca Juga: Lawan Perubahan Iklim, BRI Targetkan Capai Net Zero Emission di 2050

Rekayasa atau engineering telah menjadi kekuatan utama di balik inovasi dan kemajuan teknologi. Gabungan keilmiahan dan kreativitas dalam rekayasa telah menciptakan solusi baru untuk berbagai tantangan dan telah memajukan teknologi yang digunakan untuk peningkatan kualitas hidup manusia. 

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Naeli Zakiyah Nazah
Editor: Yohanna Valerie Immanuella

Advertisement

Bagikan Artikel: