Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Anak Perusahaan PT Barito Pacific Ini Berhasil Tingkatkan Pendapatan Jadi USD445,27 Juta pada Q3-2023

Anak Perusahaan PT Barito Pacific Ini Berhasil Tingkatkan Pendapatan Jadi USD445,27 Juta pada Q3-2023 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), anak perusahaan PT Barito Pacific Tbk berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan pada kuartal ketiga 2023. Melansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan itu memperoleh pendapatan sebesar USD445,27 juta atau Rp6,99 triliun, naik 5,13% dari periode sama di tahun lalu. 

Dalam menjalankan bisnisnya, BREN memperoleh pendapatan terbesar dari sejumlah sektor. Penjualan listrik berkontribusi paling besar dengan perolehan sebanyak USD205,46 juta atau Rp3,22 triliun, disusul pendapatan dari sewa operasi sebesar USD113,31 juta atau Rp1,77 triliun. 

Baca Juga: Wow, Prajogo Pangestu Borong Jutaan Lembar Saham Barito Pacific!

Sementara itu, pendapatan uap menyumbang senilai USD96,09 juta atau Rp1,50 triliun dan pendapatan sewa pembiayaan senilai USD30,37 juta atau setara dengan Rp476,91 miliar. 

Kenaikan pendapatan tersebut membuat BREN turut berhasil meningkatkan laba bersihnya hingga 12,40% pada triwulan ketiga tahun ini. Dari laporan keuangan yang dirilis, perusahaan itu membukukan laba bersih sebesar USD84,47 juta atau Rp1,32 triliun.

Adapun sejumlah biaya yang dibayar meliputi biaya beban depresiasi dan amortisasi senilai USD55,05 juta atau Rp864,46 miliar. Kemudian, biaya beban konsultan dan teknisi kepada PT Pertamina Geothermal Energy senilai USD12,68 juta atau Rp199,19 miliar.

Baca Juga: Mau IPO, Saham BREN Dinilai Punya Prospek Menjanjikan

Per September 2023, aset PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga tumbuh 2,67% menjadi USD3,48 miliar atau Rp54,71 triliun. Adapun liabilitas dan ekuitas perusahaan ini masing-masing mencapai USD3,03 miliar dan USD460,28 juta.

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement

Bagikan Artikel: