Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ganjar-Mahfud Buat Program Kesejahteraan Guru Ngaji dan Masjid, Pengamat: Ini Terobosan

Ganjar-Mahfud Buat Program Kesejahteraan Guru Ngaji dan Masjid, Pengamat: Ini Terobosan Kredit Foto: Antara/Idhad Zakaria
Warta Ekonomi, Jakarta -

Langkah Ganjar-Mahfud membuat program untuk guru ngaji berupa gaji dan insentif dan bantuan operasional bagi masjid kampung dinilai sebagai sebuah terobosan baru di Indonesia.

Bukan hanya karena peruntukannya, namun Ir. Djuni Thamrin, selaku Pemerhati Sosial Keamanan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, menilai program pasangan calon nomor 3 tersebut memiliki dampak yang sangat luas bagi kemajuan bangsa.

Ia berpandangan bahwa program itu dapat mendorong adanya pembangunan akhlak dan karakter bangsa melalui pendidikan informal dan pengelolaan masjid yang menjadi pusat pembentukan akhlak dari lingkup mendasar.

Inovasi Ganjar-Mahfud ini pun dianggap sebagai sebuah bukti bahwa perhatian serius telah diberikan bagi masyarakat-masyarakat di sektor grass root.

"Tentunya rencana ini merupakan niat mulia agar proses pendidikan informal yang dilakukan oleh para ustad dan pengurus masjid kampung dapat dijadikan indikator bahwa pembangunan manusia dan karakter bangsa menjadi prioritas,” ucap Djuni, dalam keterangan resminya.

Melalui program gaji dan insentif guru ngaji dan bantuan operasional bagi masjid kampung itu juga dianggap sebagai pencegahan pada tantangan landscape pembangunan akhlak anak bangsa.

Sebab ke depannya, Djuni memprediksi akan ada banyak dekadensi moral dan cyber crime yang menjadi kendala.

Oleh karena itu, peran guru ngaji dan masjid yang diperhatikan Ganjar-Mahfud dapat menguatkan proses pendalaman reformasi perilaku anak bangsa.

Djuni turut berkata bahwa kondisi tersebut mampu menjadi sebuah ‘kekuatan’ bagi akhlak dan mental penerus negeri ini untuk bisa menangkal ‘racun’ pikiran yang berpotensi merusak bangsa.

"Para guru-guru gaji dapat memberikan penerangan dan penanganan pada jiwa-jiwa muda yang diganggu oleh pikiran ekstrim yang menggunakan agama untuk politisasi tujuan mereka,” terangnya.

Selain itu, program gaji dan insentif pada guru hingga biaya operasional masjid kampung ini pun dinilai Djuni sebagai langkah yang tepat karena tidak menimbulkan gejolak sosial dan akan menjadi jembatan ketimpangan ekonomi di masyarakat.

"Cara ini juga dapat mendorong percepatan ekonomi yang saat kini mengarah pada penyusutan dan stagnasi. Bantu segara upaya pemerintah untuk menggerakan dan menggairahkan perekonomian,” pungkas Djuni.

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: