Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perluas Community Forest, Pupuk Kaltim Tanam 900 Bibit Pohon di Bontang

Perluas Community Forest, Pupuk Kaltim Tanam 900 Bibit Pohon di Bontang Kredit Foto: Pupuk Kaltim
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tingkatkan komitmen dalam menekan emisi karbon untukmendorong keberlanjutan, PT Pupuk Kalimantan Timur (PupukKaltim) melalui program Community Forest kembali meningkatkanrealisasi penanaman bibit pohon di kawasan sekitar perusahaan. Aksi kali ini menanam 900 bibit berbagai jenis komoditas buah, oleh Manajemen bersama karyawan Pupuk Kaltim dan PemerintahKota Bontang, Minggu (28/4/2024). 

SVP Operasi 1 Pupuk Kaltim Majus Luther Sirait, menyampaikan secara total aksi Community Forest kali ini menanam 2.500 bibit, dengan persebaran di Kota Bontang dan Sungai Seluang di Kecamatan Samboja Kutai Kartanegara, yang masuk kawasanotorita IKN sebanyak 1.600 bibit. Penanaman pun dilakukanserentak, bersama Otorita IKN dalam mendukung kawasan yang lebih hijau dan produktif. 

Dijelaskan Luther, Community Forest tahun ini menargetkanpenanaman 1 juta bibit, dari total target 10 juta pohon di tahun 2030. Lokasi penanaman pun terus diperluas secara bertahap di seluruhwilayah Indonesia, menggandeng berbagai pihak mulai dariPemerintah Daerah bersama stakeholder terkait, hingga masyarakatdan petani dengan menyasar lahan kurang produktif agar bisadimanfaatkan kembali.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Targetkan 75.000 Hektar Lahan dan 23.000 Petani Join Program Makmur

"Community Forest merupakan salah satu wujud kontribusi PupukKaltim dalam menekan emisi gas CO2 sesuai program Pemerintah, agar kelangsungan bumi dan lingkungan tetap terjaga untukmendorong keberlanjutan," ujar Luther. 

Melalui program ini, Pupuk Kaltim tidak hanya berusaha untukmenekan jejak karbon, tapi juga ingin menginspirasi sertamelibatkan masyarakat dalam upaya yang sama untuk menjagasekaligus memperbaiki lingkungan secara sinergis. Berangkat dariitu, penanaman Community Forest kali ini Pupuk Kaltimmengangkat tema "Kartini Bertani", diselaraskan dengan program 'Green Harmony' dalam rangkaian peringatan HUT Pupuk Indonesia ke-12, serta perayaan Hari Kartini tahun 2024. 

Aksi sosial demi bumi yang lebih hijau dan lestari ini pun melibatkan peran aktif karyawan Pupuk Kaltim, yang dikemasmelalui Employee Voluntary Initiation (Evolution) sebagai bentukkepedulian insan perusahaan terhadap lingkungan. 

"Kegiatan ini turut didukung Persatuan Karyawati Pupuk Kaltim(Pakarti) dan Persatuan Istri Karyawan Pupuk Kaltim (PIKA PKT), sebagai cerminan semangat Kartini masa kini di lingkunganperusahaan untuk turut berperan menjaga kelestarian sertakeseimbangan alam demi generasi mendatang," terang Luther.

Dirinya pun menyebut, Pupuk Kaltim sebagai bagian dari PupukIndonesia Grup, senantiasa mengedepankan konsep sustainability, dengan mengharmoniskan aspek Profit, People dan Planet untukbumi yang lebih baik. Termasuk meningkatkan kesejahteraan petani, melalui optimalisasi lahan menjadi kawasan yang terpeliharasehingga dapat dimanfaatkan kembali.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Jamin Ketersediaan Pupuk

Sejalan dengan itu, Community Forest terus didorong dan diperluasuntuk pencapaian target Net Zero Emission tahun 2060, dan Kota Bontang sebagai basis operasi Pupuk Kaltim pun menjadi target setiap tahun sesuai implementasi prinsip Environment, Social danGovernance (ESG) yang diusung. 

"Setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi bagi masa depan. Hal ini pun menjadi penanda komitmen Pupuk Kaltim untukmenciptakan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan," lanjutLuther. 

Sekretaris Kota Bontang Aji Erlynawati, yang hadir padakesempatan tersebut menyambut positif kesinambungan Community Forest Pupuk Kaltim, yang dinilai menjadi wujud keseriusanPerusahaan menjaga lingkungan agar tetap lestari. Dimana total 10 juta pohon yang ditarget terealisasi hingga 2030 mendatang, menunjukkan komitmen sangat tinggi terhadap keberlanjutandengan pencapaian penanaman secara bertahap. 

Dari penanaman Community Forest ini pun diharap kesinambunganupaya bersama antara Pemerintah Daerah dan Perusahaan mampumengoptimalisasi lahan agar lebih produktif, mengingat sasaranprogram yang dijalankan bertumpu pada kawasan kurang produktifagar kembali hijau dengan daya dukung yang juga makin maksimal. 

"Pemkot Bontang menilai kepedulian Pupuk Kaltim bagi lingkungansangat tinggi, tidak hanya dalam aktivitas produksi melaluipenurunan emisi karbon secara langsung, namun juga perluasanmanfaat dengan community forest ini," ucap Aji Erlynawati. 

Baca Juga: Melalui Program Safari Ramadan, Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Senilai Rp3 Miliar

Dirinya pun menegaskan Pemkot Bontang memiliki komitmen yang sama dengan Pupuk Kaltim, guna mendorong perbaikan lingkungandan kawasan yang jauh lebih terpelihara. Inisiasi program yang berorientasi terhadap pelestarian lingkungan pun dipastikan terusdidukung Pemerintah, agar manfaat yang lebih luas mamputerwujud melalui sinergi yang terjalin secara strategis. 

"Kami berharap segala inisiasi lingkungan yang dijalankan PupukKaltim dapat terus dikembangkan, sehingga komitmen kita untuksenantiasa menjaga bumi yang semakin asri bisa terus ditingkatkan," tambah Aji. 

Selain penanaman langsung, Pupuk Kaltim turut menyalurkanratusan bibit pohon kepada lembaga pendidikan hingga kelompoktani binaan, masing-masing TK Alam Baiturrahman sebanyak 100 bibit, Kelompok Tani Cangkang Salona 100 bibit, serta KelompokTani Qoryah Mubarokah 200 bibit. Bantuan bibit dialokasikan agar perluasan penanaman semakin optimal dengan peran sertamasyarakat, yang didorong turut berpartisipasi aktif dalam aksiperbaikan lingkungan. 

"Kami pun sangat mendukung aksi pelestarian alam yang digagasPupuk Kaltim, dengan ikut menanam pohon sebagai kontribusilangsung masyarakat terhadap keberlanjutan. Hal ini pun bisamenjadi media pembelajaran bagi anak didik melalui aksipenghijauan," ucap Jumadi, perwakilan penerima bantuan bibit dari TK Alam Baiturrahman.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: