Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Menjaga Sektor Keuangan Indonesia, Begini Sejumlah Catatan OJK

Menjaga Sektor Keuangan Indonesia, Begini Sejumlah Catatan OJK Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

toritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait dengan perkembangan sektor jasa keuangan dan berbagai kebijakan pengawasan, khususnya dalam menghadapi dinamika global. Pihaknya senantiasa berupaya untuk memperkuat industri jasa keuangan dan terus meningkatkan pelindungan konsumen.  

OJK OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional terjaga dengan kinerja intermediasi yang kontributif, didukung oleh likuiditas yang memadai dan tingkat permodalan yang kuat di tengah peningkatan ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik serta trajectory penurunan inflasi yang berada di bawah ekspektasi pasar sehingga menimbulkan tekanan di pasar keuangan.

Baca Juga: OJK: Aset Industri Asuransi Tumbuh 2,49% di Maret 2024

"OJK telah mengambil langkah kebijakan seperti melakukan stress test terhadap industri jasa keuangan untuk memastikan bahwa berbagai risiko pasar dari aspek suku bunga dan nilai tukar dapat termitigasi dengan baik," ujarnya Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Selasa (14/5).

Di sisi lain, pasar saham domestik di bulan April 2024, IHSG terkoreksi 0,53 persen ytd ke level 7.234,20 (melemah 0,75 persen mtd). Nilai Penawaran Umum sebesar Rp77,64 triliun dengan 17 emiten baru.  Masih terdapat 138 pipeline Penawaran Umum. Penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF), mencapai Rp1,11 triliun dengan 17 penyelenggara dan 529 Penerbit.

OJK turut melaporkan bahwa kinerja industri perbankan Indonesia per Maret 2024 tetap resilien dan stabil. Permodalan (CAR) perbankan 26,00 persen menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global. 

"Kredit tumbuh 12,40 persen (yoy) menjadi Rp7.245 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 1,90 persen mtm atau meningkat sebesar 7,44 persen yoy menjadi Rp8.601 triliun," ungkap Mahendra.

Baca Juga: Bandel Soal Perlindungan Konsumen, OJK Sanksi Tegas Sejumlah Perusahaan

Untuk sektor asuransi, pihaknya mengabarkan pendapatan premi di Maret 2024 mencapai Rp87,77 triliun, atau naik 11,80 persen yoy. Premi asuransi jiwa tumbuh 2,09 persen yoy dan premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 24,75 persen yoy. Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 448,76 persen dan 335,97 persen, jauh di atas threshold sebesar 120 persen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: