Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bank DBS Indonesia Catat Pendanaan Hijau hingga Rp6,1 Triliun

Bank DBS Indonesia Catat Pendanaan Hijau hingga Rp6,1 Triliun Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank DBS Indonesia salurkan Rp6,1 triliun demi transisi hijau berbagai perusahaan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sepanjang tahun 2023, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan dana sebesar Rp6,1 triliun untuk mendanai berbagai proyek hijau dan berkelanjutan kepada perusahaan dari berbagai sektor seperti otomotif, pangan dan pertanian, minyak dan gas, energi, dan lain-lain. 

Hal ini merupakan wujud nyata dari komitmen Bank DBS Indonesia dalam mengikuti Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.

Baca Juga: Tata Kelola Mumpuni, DBS Indonesia Diganjar Peringkat AAA dari Fitch Rating 

Lebih dari 30 persen dari pembiayaan ini dialokasikan untuk proyek energi terbarukan, sementara lebih dari 40 persen untuk membangun bangunan hijau yang memenuhi standar keberlanjutan. 

"Hal ini sejalan dengan pilar keberlanjutan yang pertama, yakni Responsible Banking," tulis Bank DBS dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/5/2024). 

Pada pilar ini, Bank DBS mendorong nasabah korporasi untuk bertransisi menuju model bisnis rendah karbon, mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam solusi pembiayaan, menjadi penasihat, serta memberi wawasan tentang strategi mitigasi risiko dan adaptasi iklim.

Lebih dari itu, Bank DBS menerapkan proses manajemen risiko yang kuat dengan meningkatkan Penilaian Risiko LST. Bank DBS Indonesia juga selalu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan agar dapat memahami kebutuhan transisi nasabah. 

Dengan langkah-langkah ini, Bank DBS Indonesia menjadi mitra keuangan yang bertanggung jawab dan memberikan solusi menyeluruh dalam merespons tantangan dan perubahan iklim yang ada.

Di sisi lain, DBS juga membangun ekosistem finansial yang inklusif bersama nasabah hingga mencapai SGD91,4 juta untuk Reksa Dana LST dan SGD95,6 juta untuk Obligasi Hijau. 

Masih dalam cakupan pilar keberlanjutan Responsible Banking, tidak hanya bagi nasabah korporasi, Bank DBS Indonesia pun senantiasa memberikan solusi perbankan berorientasi LST bagi nasabah ritelnya. 

Salah satunya melalui fitur LiveBetter yang berhasil menarik lebih dari 59 ribu nasabah dan lebih dari Rp43 miliar investasi hijau hanya dalam waktu 6 bulan sejak diluncurkan pada Juli 2023. 

Pencapaian ini menunjukkan peningkatan kesadaran nasabah tentang pentingnya gaya hidup berkelanjutan. Selain itu, Bank DBS Indonesia membukukan lebih dari 5.400 nasabah yang bergabung dalam tabungan Green Savings dengan saldo yang mencapai Rp134,82 miliar. 

Baca Juga: Rayakan Hari Pendidikan Nasional, Bank DBS Indonesia Luncurkan 'DBS Bersiap' untuk Bina Mahasiswa dengan Disabilitas

Produk investasi berbasis LST pun sukses menarik minat investor, dibuktikan dengan total penempatan dana sebesar SGD91,4 juta (setara dengan lebih dari Rp1 triliun) untuk Reksa Dana LST dan SGD95,6 juta (setara dengan Rp1,1 triliun) untuk Obligasi Hijau.

Guna mengakselerasi inklusi finansial di Indonesia, Bank DBS Indonesia juga mendukung nasabah ritel berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan mereka melalui kemitraan Peminjaman Ekosistem (Ecosystem Lending) bersama berbagai mitra, dengan saldo pinjaman yang beredar sebesar Rp3.354 miliar per Desember 2023.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Andi Hidayat
Editor: Fajar Sulaiman

Advertisement

Bagikan Artikel: