Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

PLN dan PT United Power Tandatangani Perjanjian Penggunaan Lahan Secara Tidak Langsung di Kawasan Industri Kendal

PLN dan PT United Power Tandatangani Perjanjian Penggunaan Lahan Secara Tidak Langsung di Kawasan Industri Kendal Kredit Foto: PLN UIP JBT
Warta Ekonomi, Bandung -

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) dan PT United Power telah menandatangani perjanjian penggunaan lahan secara tidak langsung untuk mendukung jalur Right of Way (ROW) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV KEK Kendal - Incomer (Kaliwungu-Weleri) di Kawasan Industri Kendal, Kabupaten Kendal.

Penandatanganan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan di kawasan industri yang terus berkembang.

Perjanjian ini menandai komitmen kedua perusahaan dalam mendukung pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan yang handal dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan industri di Kabupaten Kendal. Penggunaan lahan di Kawasan industri tersebut  penting untuk memastikan pembangunan SUTT 150 kV berjalan lancar tanpa hambatan.

Baca Juga: Jamin Pasokan Listrik KTT WWF 2024 Tanpa Kedip, PLN Terapkan Keamanan Berlapis

PLH General Manager, Kunto Nugroho, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang terjalin. 

"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dengan PT United Power ini. Perjanjian ini tidak hanya memfasilitasi pembangunan infrastruktur listrik yang kritis, tetapi juga menunjukkan sinergi yang kuat antara PLN dan mitra industri dalam mendukung pembangunan ekonomi regional," kata Kunto dalam keterangan resminya, Selasa (21/5/2024).

Jalur SUTT 150 kV KEK Kendal - Incomer (Kaliwungu-Weleri) merupakan proyek penting yang akan meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem kelistrikan di kawasan industri Kendal. 

"Proyek ini diharapkan dapat mendorong investasi dan perkembangan industri, serta menyediakan energi listrik yang cukup untuk mendukung aktivitas industri dan ekonomi di wilayah tersebut," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: