Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mengatasi Ketergantungan dengan Alternatif Yang Lebih Aman

Mengatasi Ketergantungan dengan Alternatif Yang Lebih Aman Kredit Foto: Freepik/Racool_studio
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam rangka Hari Anti Narkotika Sedunia, penurunan tingkat merokok di Selandia Baru menjadi contoh inspiratif bagaimana kebijakan yang mendukung pengurangan risiko dapat efektif dalam menangani masalah ketergantungan.

Dengan mempromosikan alternatif nikotin yang lebih aman, Selandia Baru dan Swedia tidak hanya mengurangi angka prevalensi merokok tetapi juga membantu masyarakat yang rentan untuk hidup lebih sehat.

Penelitian dari Public Health England tahun 2022 yang menunjukkan bahwa vape memiliki risiko lebih rendah daripada rokok konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa vape memiliki potensi untuk menjadi alternatif bagi orang yang ingin berhenti merokok jika dibarengi dengan dukungan pemerintah untuk menyediakan aturan yang tepat sasaran bagi produk alternatif rendah risiko.   

Secara garis besar, penurunan yang terjadi secara signifikan di Selandia Baru menunjukkan bahwa dengan dukungan kebijakan yang tepat dan akses terhadap produk yang lebih aman, tantangan kesehatan masyarakat yang kompleks seperti ketergantungan nikotin dapat diatasi secara efektif.

Langkah ini memberikan pelajaran berharga bagi negara-negara lain yang ingin mengurangi tingkat merokok dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara luas.

Laporan terbaru dari Smoke Free Sweden (SFS) yang mengangkat Selandia Baru sebagai studi kasus menunjukkan bahwa legalisasi dan dukungan pemerintah terhadap vape sebagai alat bantu untuk berhenti merokok telah mempercepat penurunan tingkat merokok di Selandia Baru. 

Menurut laporan yang dibuat oleh panel pakar internasional yang dipimpin oleh pakar kesehatan masyarakat Dr. Marewa Glover dari Selandia Baru, dalam lima tahun terakhir, angka merokok harian di Selandia Baru turun dari 13,3% pada tahun 2018 menjadi 6,8% pada tahun 2023.

Penurunan ini terutama terlihat di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah dan komunitas Maori, yang sebelumnya memiliki tingkat merokok tertinggi. 

"Pengalaman Selandia Baru menunjukkan bahwa dengan adanya akses terhadap alternatif yang lebih aman, masyarakat dapat dan memang berhenti merokok dalam jumlah besar. Keberhasilan ini, seperti di Swedia, didorong oleh kombinasi inisiatif yang dipimpin pemerintah dan dukungan masyarakat, bukan perang ideologi melawan nikotin," kata Dr. Marewa Glover pada acara yang diselenggarakan oleh Quit Like Sweden di Warsaw, Polandia (12/06).

Pendiri Gerakan Quit Like Sweden, Suely Castro, juga memuji kemajuan ini dan mendorong negara-negara lain untuk mengikuti model pengurangan risiko yang terbukti berhasil ini. Mereka menambahkan, "Penurunan pesat angka merokok di Selandia Baru membuktikan bahwa model Swedia bukanlah pengecualian. Model ini berhasil dan bekerja dengan sangat baik. Kami sangat senang melihat hasil yang luar biasa ini dan akan terus memperjuangkan pendekatan ini, menunjukkan bahwa strategi pengurangan dampak buruk dapat berhasil di mana pun." 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: