Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bappenas Dorong Aksi Nyata Penerapan Ekonomi Hijau

Bappenas Dorong Aksi Nyata Penerapan Ekonomi Hijau Kredit Foto: Bappenas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati menegaskan pentingnya berbagai dukungan untuk memperkuat dan mengembangkan potensi ekonomi hijau dan sirkular pada agenda pembangunan.

“Ada beberapa kunci pengembangan ekonomi sirkular, salah satunya kerangka regulasi yang perlu diperkuat, manajemen data, dan komunikasi serta edukasi. Green Economy Expo ini menjadi melting pot untuk berbagai bentuk nyata kemitraan. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang menjadi bagian transformasi hijau untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ungkap Vivi saat menutup Green Economy Expo: Advancing Technology, Innovation, and Circularity yang berlangsung 3-5 Juli 2024 di Jakarta Convention Center. 

Lewat agenda ini Vivi mengulas bahwa Indonesia telah memiliki modal yang kuat untuk menuju ekonomi sirkular. Namun demikian hal ini membutuhkan kolaborasi yang kuat.

Baca Juga: Capaian dan Kinerja Ekonomi Sirkular Indonesia Sangat Rendah

“Dari pelaksanaan Green Economy Expo 2024 ini, kita jadi mengetahui saat ini Indonesia sudah memiliki modalitas yang kuat untuk bertransisi dari ekonomi linear menuju ekonomi sirkular. Namun, untuk mengakselerasi transisi ekonomi sirkular kita perlu bersama-sama membangun ekosistem ekonomi sirkular,” pungkas Deputi Vivi. 

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti juga menjelaskan pentingnya integrasi ekonomi hijau dalam perencanaan pembangunan. Hal ini diungkapnya pada hari kedua penyelenggaraan Green Economy Expo dengan tema dekarbonisasi industri melalui praktik-praktik sirkular.

"Upaya akselerasi transformasi ekonomi melalui penerapan ekonomi hijau sudah sesuai dengan rencana pembangunan Indonesia untuk 20 tahun ke depan. Percepatan transisi energi, penerapan ekonomi sirkular, serta pengembangan industri hijau merupakan bagian dari rencana penerapan ekonomi hijau dalam RPJPN 2025-2045. Model ekonomi linear tidak lagi sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, maka dari itu Kementerian PPN/Bappenas mendorong penerapan ekonomi sirkular. Dengan ekonomi sirkular, kita dapat mencapai lebih banyak dengan menggunakan lebih sedikit karena mencakup seluruh produksi, distribusi, dan konsumsi dari hulu ke hilir rantai pasokan,” jelas Deputi Amalia. 

Baca Juga: Kedepankan ESG dan Ekonomi Sirkular, Pupuk Kaltim Sabet Tiga Penghargaan TOP CSR Award 2024

Pada sesi talk show pada hari ketiga, Green Economy Expo fokus pada tema upaya akseleratif untuk mendorong berbagai sektor industri memanfaatkan kekayaan potensi bio-ekonomi.

Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono menegaskan dua peta jalan dan rencana aksi nasional terkait ekonomi sirkular yang dirilis Kementerian PPN/Bappenas harus mengadopsi strategi bottom-up, melihat potensi di lapangan, dan memuat kearifan lokal. Dari rangkaian acara selama tiga hari yang dihadiri lebih dari 3.200 pengunjung yang juga mengikuti 8 sesi circular talk dan 3 sesi business pitching, didapatkan masukan dan poin penting yang akan diperhatikan dalam penerapan ekonomi hijau hingga 2045.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: