Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Berkomitmen Hasilkan SDM Industri Berdaya Saing Global, Ini Kolaborasi RI-Jepang

Berkomitmen Hasilkan SDM Industri Berdaya Saing Global, Ini Kolaborasi RI-Jepang Kredit Foto: Reuters/Toru Hanai
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen menghasilkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing global dengan menjalin kolaborasi bersama Jepang.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program magang, dimana Kemenperin memfasilitasi sejumlah mahasiswanya untuk melakukan magang jangka pendek (short-term internship program) pada 17 Februari hingga 3 Maret 2025 di Nagasaki, Jepang.

Baca Juga: Hubungi Trump, Jepang Respons Kebijakan Tarif Aluminium dan Baja di AS

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM industri di tanah air melalui pelaksanaan pendidikan dan pelatihan vokasi. Dengan SDM yang unggul, kami optimistis akan dapat memacu produktivitas dan inovasi di sektor industri yang ikut berperan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Jumat (14/2).

Masrokhan menjelaskan, kerja sama untuk program magang mahasiswa Kemenperin di Jepang telah direalisasikan melalui penandatanganan MoU antara BPSDMI dengan Morimitsu Industry, Co. Ltd., dan AAI Co., Ltd pada 25 Juni 2024 lalu di Jepang.

“MoU tentang Implementasi Pendidikan Vokasi Industri ini akan melibatkan sebanyak 18 mahasiswa dari salah satu politeknik di lingkungan Kemenperin, yakni Politeknik ATI Makassar, yang akan mengikuti program tersebut,” tuturnya. Program ini dibiayai oleh Morimitsu Industry, Co., Ltd, perusahaan manufaktur ternama Jepang yang bergerak di bidang pemesinan.

Menurut Masrokhan, tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa dalam bidang industri dan teknologi serta memperkuat kerja sama Kemenperin dengan mitra industri di Jepang. “Dengan adanya program ini, harapan kami nantinya akan membuka peluang untuk para mahasiswa agar dapat langsung bekerja di Jepang setelah lulus kuliah,” imbuhnya.

Masrokhan meyakini, hasil dari program magang ini pun akan turut mendukung terciptanya peningkatan produktivitas nasional sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 “Saat ini, Kemenperin memiliki 13 Pendidikan Tinggi Vokasi, 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 7 Balai Diklat Industri, yang seluruhnya berperan aktif dalam penyediaan dan pengembangan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing global,” paparnya.

BPSDMI Kemenperin sudah menjalin komunikasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI agar program-program yang sudah disepakati dapat berjalan dengan baik. “Untuk mengikuti program magang ini, mahasiswa tentunya juga telah dibekali dengan kemampuan Bahasa Jepang dengan minimal Tingkat N4,” ungkap Masrokhan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: