Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ekspansi Agresif, Kacamatamoo Siap IPO untuk Danai 100 Gerai Baru

Ekspansi Agresif, Kacamatamoo Siap IPO untuk Danai 100 Gerai Baru Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Kacamatamoo Sukses International (Kacamatamoo) membuka peluang untuk melantai di bursa saham melalui skema initial public offering (IPO). Perusahaan ritel optik ini tengah mempersiapkan strategi dan momentum yang tepat guna menghimpun pendanaan lebih besar untuk mendukung ekspansi agresif hingga 100 outlet baru di seluruh Indonesia pada 2025.

"IPO adalah opsi yang sangat atraktif. Saat ini, tim manajemen sedang mempersiapkan strategi dan momentum yang tepat untuk mengambil langkah tersebut," ujar Michael Oktowinadi, Direktur Utama Kacamatamoo, Jakarta, Selasa (18/2/2025). 

Rencana IPO ini sejalan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kacamatamoo dan PT Sahabat Kacamatamoo Indonesia sebagai investor strategis. Kolaborasi ini menegaskan komitmen Kacamatamoo untuk memperluas jaringan gerai dan memperkuat kepemimpinan di industri optik modern.

"Kami melihat potensi besar di luar Jabodetabek, khususnya di kota-kota sentral Pulau Jawa. Dengan dukungan investasi ini, kami semakin yakin dapat menghadirkan layanan optik berkualitas yang mudah diakses masyarakat luas," kata Michael.

Baca Juga: BEI Sebut Ada 18 Perusahaan Beraset Gemuk Mau IPO, Didominasi Sektor Ini

Kacamatamoo, yang didirikan pada 2022, telah berkembang pesat dengan hampir 50 cabang hingga akhir 2024. Melalui suntikan modal baru, perusahaan berencana membuka gerai di kota-kota strategis seperti Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan Cirebon.

Direktur Utama PT Sahabat Kacamatamoo Indonesia, Olivia Michele, optimistis terhadap ekspansi ini. "Kami melihat Kacamatamoo sebagai brand dengan model bisnis yang kuat dan strategi ekspansi yang jelas. Dengan pertumbuhan pesat dan tingginya permintaan kacamata, kami yakin pendanaan ini akan membantu Kacamatamoo mempercepat ekspansinya dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri ini."

Menurut data Kementerian Kesehatan RI dan WHO, sekitar 25% penduduk Indonesia mengalami gangguan refraksi seperti miopi, hipermetropi, dan presbiopi. Sayangnya, banyak dari mereka belum mendapatkan kacamata yang sesuai.

Baca Juga: Cipta Perdana Lancar (PART) Siap Ekspansi dan Diversifikasi, Targetkan Pendapatan Rp1 Triliun

Masih terbatasnya pilihan merek optik modern dengan harga terjangkau, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata, serta sulitnya akses terhadap kacamata berkualitas menjadi tantangan utama industri ini.

"Kebutuhan kacamata di Indonesia terus meningkat, didorong oleh faktor kesehatan, teknologi, dan demografi. Urgensinya tinggi karena kacamata tidak hanya mendukung kualitas hidup tetapi juga berpengaruh pada pendidikan, produktivitas kerja, dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan," tutup Michael.

Kacamatamoo tak hanya fokus pada ekspansi gerai, tetapi juga strategi branding dan inovasi layanan.

"Dari sisi branding, kami mengutamakan citra yang bersahabat, lebih terbuka, dan tidak kaku. Strategi ini memungkinkan kami untuk berkomunikasi secara lebih efektif dengan pelanggan melalui pesan ritel yang santai dan mudah dipahami," tambah Michael.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: