Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ritel Modern Bantu Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Bapok pada Nataru

Ritel Modern Bantu Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Bapok pada Nataru Kredit Foto: Unsplash/Ganda Lukman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan terima kasih kepada ritel modern yang membantu menjaga stabilitas harga dan pasokan barang pokok (bapok) dalam menghadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Ucapan ini disampaikan Mendag saat mengunjungi ritel modern Mitra Anda di Pontianak, Kalimantan  Barat pada Kamis, (11/12) dalam rangka mengecek  kesiapan ritel modern menghadapi Nataru.

Baca Juga: Kerja Sama Ekonomi hingga Investasi RI-Rusia Tunjukkan Tren Positif

Kesiapan ritel modern terlihat dari pasokan bapok yang tersedia cukup serta harga yang sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga acuan. 

"Di ritel modern, terpantau harganya relatif bagus. Kami sudah cek harga-harga bapok di sini seperti beras, gula, dan minyak. Pasokannya cukup bagus dan terjaga, harganya juga stabil," ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemendag, Minggu (14/12).

Sebagai salah satu program menyambut Nataru, ritel modern di bawah Asosiasi Pengusaha Ritel  Indonesia (Aprindo) menggelar Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale. 

Program tersebut ditujukan untuk meringankan beban masyarakat dan mempermudah akses ke berbagai barang kebutuhan termasuk bapok. Mitra Anda termasuk salah satu ritel modern anggota Aprindo yang menggelar EPIC Sale pada Desember 2025 ini. 

“Mitra Anda juga sedang menjalankan EPIC Sale. Harga-harga didiskon untuk membantu masyarakat mempersiapkan Nataru,” ujar Mendag Busan. 

Salah satu komoditas bapok yang terpantau mendapatkan potongan harga adalah minyak goreng  premium. Sebagai contoh, harga minyak goreng merek Tropical dijual Rp40.500 per 2 liter, Masku Rp39.900 per 2 liter, Sunco Rp42.500 per 2 liter, dan Filma Rp41.500 per 2 liter. 

Menurut Mendag Busan, sebagai upaya menjaga pasokan dan harga bapok, Kemendag terus  berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok  (SP2KP), asosiasi, dan para pemasok. Kemendag juga konsisten berkoordinasi dengan Bulog dan ID  Food untuk memastikan kemudahan pasokan dan keterjangkauan harga. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: