Kredit Foto: Istimewa
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendorong perempuan Indonesia untuk berdaya bagi diri sendiri sehingga dapat memperkuat kontribusinya terhadap keluarga hingga bangsa.
Hal tersebut disampaikan Menteri PPPA dalam Peringatan Hari Ibu ke-97 Tongkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Peringatan tersebut merupakan momen refleksi untuk menghormati perjuangan pergerakan perempuan Indonesia melalui Kongres Perempuan Indonesia 1928.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Mall Jadi Tempat Aktivitas Ekonomi, Termasuk Bekerja
Perjuangan perempuan belum selesai karena perempuan di Indonesia hingga saat ini masih menghadapi ketimpangan akses di berbagai sektor.
“Kongres Perempuan Indonesia 1928 menjadi pengingat bahwa perempuan Indonesia memiliki peran sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan. Untuk itu, Kongres Perempuan sebagai cikal bakal Peringatan Hari Ibu jangan hanya berhenti sebagai acara seremoni, tetapi momentum refleksi dan penghargaan atas kontribusi perempuan dari masa ke masa. Saat ini, perempuan masih harus memperjuangkan ketimpangan dan tindak kekerasan di masyarakat. Perempuan Indonesia harus berdaya untuk dirinya sendiri karena perempuan yang berdaya akan memperkuat keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemen PPPA, Senin (29/12).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang secara konsisten mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan melalui berbagai kebijakan dan program strategis, seperti Sekolah Perempuan Jawa Barat dan program terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera.
“Sekolah Perempuan Jawa Barat merupakan langkah progresif dalam mengurangi kesenjangan akses, partisipasi, manfaat, dan kontrol perempuan dalam pembangunan,” tambahnya.
Selain itu, Jawa Barat juga mengembangkan Sekolah Pranikah, Sekolah Keluarga (Parenting), dan Sekolah Lansia Perempuan sebagai bagian dari upaya membangun kualitas keluarga di setiap siklus kehidupan, mendorong pengasuhan yang berkeadilan gender, serta memastikan lansia perempuan tetap sehat, aktif, dan berdaya.
Menteri PPPA menegaskan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkeadilan gender hanya dapat terwujud melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, akademisi, dunia usaha, mitra kerja, dan masyarakat.
“Kemen PPPA mengapresiasi langkah konkret Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas keluarga, serta pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutur Menteri PPPA.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan perempuan memiliki peran kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh kualitas keluarga yang dibangun, terutama oleh para ibu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement