Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penumpang Meningkat, Kapal Laut Dipastikan Siap Beroperasi

Penumpang Meningkat, Kapal Laut Dipastikan Siap Beroperasi Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penjualan tiket penyebrangan dengan menggunakan kapal laut mengalami peningkatan sekitar 0,81 persen dibandingkan tahun lalu, dari sekitar 303 ribu menjadi 325 ribu tiket.

Hal tersebut disampaikan  Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung kesiapan layanan transportasi laut dalam menghadapi arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Terminal Nusantara Pura, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Sediakan Fasilitas Transportasi Ramah Perempuan dan Anak, Menteri PPPA Apresiasi Pemprov DKI

Dirinya menegaskan Pemerintah memastikan seluruh kapal siap beroperasi dengan kapasitas, personel, serta sarana pendukung yang memadai.

Seiring adanya peringatan cuaca dari BMKG, Menko AHY juga menekankan pentingnya penguatan posko siaga 24 jam guna melakukan mitigasi dan pengawasan sejak dini, sehingga potensi gangguan perjalanan dapat diantisipasi sebelum terjadi.

“Nah, menjadi 325 ribu ada peningkatan. Kami tentunya memastikan tadi kapal-kapalnya siap, kapasitasnya siap, baik untuk personel maupun juga untuk kendaraan. Yang jelas, tidak ada permasalahan dari jumlah kapasitas kapal-kapal yang bisa digunakan untuk membawa masyarakat ke berbagai wilayah Indonesia,” jelas Menko AHY, dikutip dari siaran pers Kemenko Infra, Selasa (3/12).

Pemerintah bersama Pelindo dan PELNI menyiapkan 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis dengan kapasitas angkut lebih dari 56 ribu penumpang, serta ketersediaan sekitar 639 ribu tiket. Operasional layanan didukung oleh 63 pelabuhan di seluruh Indonesia dengan proyeksi arus penumpang mencapai sekitar 2,03 juta orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh kesiapan tersebut dilengkapi dengan penerapan standar keselamatan pelayaran untuk memastikan perjalanan masyarakat selama Nataru berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

Menko AHY menegaskan bahwa transportasi maritim memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai layanan publik, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi nasional, khususnya bagi negara maritim seperti Indonesia. Oleh karena itu, pelabuhan harus semakin kompetitif, modern, aman, dan ramah lingkungan.

“Jadi kita ingin menghadirkan green port, pelabuhan-pelabuhan yang hijau, yang sekali lagi bisa menjawab tuntutan kita menuju net zero emission sekaligus menghadirkan keberlanjutan di masa depan,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY juga menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan pasca sejumlah insiden dan kemacetan ekstrem yang pernah terjadi di pelabuhan. Menurutnya, reformasi tata kelola pelabuhan harus terus dikawal melalui evaluasi, monitoring, serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat di lapangan.

“Saya mengapresiasi setelah terjadi insiden beberapa waktu lalu, termasuk bottleneck kemacetan yang sangat parah, kemudian dilakukan reformasi dan upaya perbaikan sistem serta ekosistem pelabuhan,” ujar Menko AHY.

Menjelang puncak arus Nataru, Menko AHY meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pelindo dan PELNI, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan penumpang dan potensi cuaca ekstrem, serta memperkuat koordinasi dengan BMKG. Pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan untuk menurunkan harga tiket transportasi laut guna meringankan beban masyarakat dan mendorong mobilitas selama libur akhir tahun, sekaligus memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah dan pelaku UMKM.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: