Apakah Mobil Listrik dan Stasiun Pengisian Daya Tetap Aman Meski Terendam Banjir? Bisa 'Nyetrum' Tidak?
Kredit Foto: PLN
Saat musim hujan yang disusul bencana banjir di beberapa daerah yang terjadi di Indonesia, muncul kekhawatiran masyarakat terkait keamanan mobil listrik dan stasiun pengisian daya saat banjir melanda.
Akan tetapi, muncul klaim bahwa mobil EV dan stasiun pengisian daya publik memiliki berbagai sistem keselamatan, sehingga aman selama banjir.
Dikutip dari Paultan, otoritas kendaraan energi listrik malaysia Tenaga Nasional (TNB) mengatakan bahwa mekanisme pemutus daya otomatis, isolasi kabel tegangan tinggi, dan struktur baterai yang tertutup rapat memastikan bahwa EV tetap aman selama banjir, dengan risiko sengatan listrik hampir nol.
Baca Juga: 2026, Penjualan EV di AS Diprediksi Bakal Terus Melemah
Sementara itu, stasiun pengisian daya publik modern dibangun dengan desain tahan air, sistem pemutus otomatis, dan sensor kelembaban.
Perangkat ini akan secara otomatis berhenti beroperasi ketika terjadi ketidaknormalan, termasuk ketika terendam air banjir.
Stasiun pengisian daya dilengkapi dengan perlindungan listrik yang memadai, termasuk mekanisme pemutus otomatis, jika terjadi kondisi yang tidak aman untuk meminimalkan risiko bagi masyarakat, katanya.
Sebagian besar stasiun pengisian daya juga dilengkapi dengan detektor banjir untuk mendeteksi kenaikan permukaan air sejak dini.
Menurut Tenaga Nasional, risiko terhadap jaringan listrik sangat rendah karena stasiun pengisian daya memiliki beberapa lapisan perlindungan seperti sekering, pemutus sirkuit miniatur (MCB), dan perangkat arus residual (RCD).
Sistem cerdas seperti Sistem Manajemen Distribusi Lanjutan memungkinkan pemantauan secara real-time, dan TNB mengatakan telah memetakan area yang terkena banjir secara real-time melalui Sistem Analisis Banjir dan Penilaian Risiko, yang memberikan data awal tentang instalasi yang berisiko.
Selain itu, kondisi lokasi dipantau melalui CCTV oleh mitra lokasi untuk memastikan informasi banjir yang akurat, dan operator stasiun pengisian daya memiliki rencana tanggap darurat khusus untuk banjir, yang dikoordinasikan dengan prosedur keselamatan TNB.
Hal ini memastikan bahwa operasi pengisian daya dapat dihentikan dan tindakan keselamatan dapat diambil dengan cepat.
Bagaimanapun, TNB menyarankan pengguna EV untuk segera menghentikan pengisian daya dan memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi jika terjadi banjir, dan jika itu tidak memungkinkan, untuk tidak menyentuh peralatan pengisian daya yang terendam atau mencoba memindahkan EV yang terendam.
Ditambahkan bahwa pengguna juga harus menghindari pengisian daya kendaraan selama hujan lebat atau ketika area sekitarnya terkena banjir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Advertisement