Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dana Rp1 Triliun dari Purbaya Telah Ludes, Bank Jakarta Minta Tambahan Rp20 Triliun

Dana Rp1 Triliun dari Purbaya Telah Ludes, Bank Jakarta Minta Tambahan Rp20 Triliun Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Jakarta telah menggunakan seluruh dana penempatan sebesar Rp1 triliun yang diberikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada November 2025 lalu. 

Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan bahwa dana tersebut terserap penuh hanya dalam waktu satu minggu.

“Satu triliun pada waktu itu habis dalam waktu satu minggu,” kata Agus di Jakarta, Senin (5/1/2026). 

Baca Juga: Targetkan IPO di 2027, Bank Jakarta Genjot Modal Inti Capai Rp3 Triliun

Agus mengatakan dana tersebut disalurkan untuk kredit yang difokuskan pada sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Untuk sektor produktif khususnya di UMKM. Dan itu juga kita laporkan, sudah kita laporkan ke Kementerian Keuangan,” tutunya. 

Agus menambahkan, Bank Jakarta siap menerima dana tambahan dari Purbaya untuk mendorong penyaluran kredit yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Pada dasarnya kami terbuka dan siap untuk membantu pemerintah dalam hal ini. kita menunggu saja kalau nanti ada, kita segera,” terangnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jakarta Pramono Anung berharap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segera memberikan penempatan dana tambahan ke Bank Jakarta.

Terkait nominal dana tambahan, Gubernur Bank Jakarta berharap mendapatkan dana tambahan sebesar Rp20 triliun dari rencana awal hanya Rp10 triliun. 

Baca Juga: Purbaya Prediksi IHSG Tembus 10.000: Bukan To the Moon, Tapi To the Mars

Baca Juga: Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa untuk Perluas Akses Transaksi Global dan Perkuat 'City Branding'

“Jadi sesuai pembicaraan pada saat Pak Menteri Keuangan ke Balai Kota, waktu itu rencananya 10 triliun ya, kemudian saya minta kalau bisa sampai 20 triliun. Sekarang yang 1 triliun sudah habis. Kami menunggu. Mudah-mudahan janjinya segera dating,” ujar Pramono. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: