Harga Emas Meroket, Minat Safe-haven Menguat Usai Ditangkapnya Maduro!
Kredit Foto: Istimewa
Harga emas menguat ke level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan di Senin (5/1). Kenaikan didorong meningkatnya permintaan aset lindung nilai setelah adanya penangkapan sosok dari Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Dilansir dari Reuters, Selasa (6/1), emas spot melonjak 2,7% ke US$4.444,52. Sementara emas berjangka naik 2,8% ke US$4.451,5.
Baca Juga: Harga Emas di Gerai Pegadaian Kompak Meroket pada 6 Januari 2026
Logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan tajam. Harga perak melonjak 5,2% ke US$76,37. Platinum spot naik 5,9% ke US$2.269,55. Sementara palladium menguat 3,4% ke US$1.694,75.
Trader Logam Mulia Heraeus Metals Germany, Alexander Zumpfe mengatakan permintaan aset lindung nilai naik menyusul ketegangan dari Venezuela-Amerika Serikat (AS).
“Situasi Venezuela jelas mengaktifkan kembali permintaan aset lindung nilai, dan ini terjadi di atas kekhawatiran yang sudah ada terkait geopolitik, pasokan energi, dan kebijakan moneter,” ujarnya.
Kenaikan harga emas juga didukung oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dari AS. Prospek suku bunga yang lebih rendah, ditambah pembelian oleh bank sentral serta arus investasi fisik, memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.
Amerika Serikat diketahui melancarkan serangan dan menggulingkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperingatkan akan melakukan serangan lanjutan jika negara itu menentang upayanya untuk membuka sektor minyak dari Venezuela.
Emas dikenal sebagai penyimpan nilai tradisional dan cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil.
Zumpfe menambahkan bahwa potensi kenaikan menuju rekor harga baru dapat terjadi jika ketegangan geopolitik meluas atau jika data ekonomi mendatang memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral harus memangkas suku bunga lebih agresif di AS.
Baca Juga: BSI Genjot Layanan Bank Emas lewat BYOND
Pelaku pasar kini menantikan rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls bulan lalu, sementara tetap memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga oleh bank sentral sepanjang tahun ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement